
PKM Pertanian Hidroponik Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros
PKM PERTANIAN HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA SAMANGKI, KECAMATAN SIMBANG, KABUPATEN MAROS
Maros — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kegiatan bertema “Pertanian Hidroponik sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Samangki” pada pekan ini. Kegiatan yang berlangsung di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros ini dipimpin oleh Dr. Ir. Bakhtiar, MP selaku Ketua Tim Pengabdi dengan anggota Farizah Dhaifina Amran, S.P., M.Sc. Program ini diikuti oleh anggota mitra kelompok Sambori, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda desa yang tertarik mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi sederhana namun bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan dimulai dengan sesi sosialisasi yang bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai konsep pertanian hidroponik kepada masyarakat. Dalam pemaparannya, Dr. Bakhtiar menjelaskan bahwa hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah, memanfaatkan air yang telah diperkaya nutrisi. Metode ini dinilai sangat cocok diterapkan di Desa Samangki yang memiliki potensi pengembangan sayuran segar tetapi keterbatasan lahan produktif.
Bakhtiar menjelaskan bahwa hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah, memanfaatkan air yang telah diperkaya nutrisi. Metode ini dinilai sangat cocok diterapkan di Desa Samangki yang memiliki potensi pengembangan sayuran segar tetapi keterbatasan lahan produktif. “Hidroponik bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Tidak membutuhkan lahan luas, perawatannya mudah, dan hasilnya bernilai ekonomi tinggi,” tutur Dr. Bakhtiar di hadapan peserta. Sosialisasi juga menekankan bagaimana model pertanian ini dapat mengurangi ketergantungan pada cuaca dan meningkatkan keberlanjutan usaha tani keluarga.
Pelatihan teknis yang dipandu langsung oleh Dr. Ir. Bakhtiar, MP. Peserta dilatih praktik bertahap mulai dari:
- Pembenihan Tanaman: Peserta diperkenalkan pada teknik menyemai benih menggunakan rockwool serta cara menjaga kelembapan dan cahaya yang optimal. Bakhtiar menekankan pentingnya memilih benih berkualitas seperti selada, sawi, dan kangkung yang sangat cocok untuk sistem hidroponik
- .Teknik Penanaman: Peserta kemudian diajarkan cara memindahkan bibit ke dalam instalasi hidroponik sederhana model NFT dan wick system. Peserta diajak langsung melihat rangkaian instalasi menggunakan pipa, bak nutrisi, serta pompa air kecil. Masyarakat tampak antusias karena instalasi yang dibuat dapat dibangun dengan biaya terjangkau dan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di pasaran.
- Formulasi dan Pemberian Nutrisi: Materi terakhir adalah tentang jenis nutrisi tanaman hidroponik, cara pencampuran larutan AB Mix, pengukuran pH, serta EC (Electrical Conductivity). Bakhtiar menunjukkan cara menghitung kebutuhan nutrisi sesuai usia tanaman agar pertumbuhan optimal. “Kunci keberhasilan hidroponik adalah keseimbangan nutrisi. Jika dijaga dengan baik, hasil panennya bisa lebih cepat dan lebih segar dibanding sistem konvensional,” jelasnya.
Para peserta mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru mengenai peluang usaha pertanian modern. Banyak warga yang tertarik menjadikan hidroponik sebagai sumber pendapatan tambahan, terutama untuk memasok sayuran segar ke pasar tradisional dan warung makan di sekitar Kecamatan Simbang. Kepala Desa Samangki juga menyampaikan apresiasi kepada tim PKM UMI atas kontribusi nyata yang diberikan. “Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjadi cikal bakal usaha masyarakat menuju desa mandiri pangan,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan PKM ini, diharapkan masyarakat Desa Samangki mampu menerapkan teknologi hidroponik secara mandiri, meningkatkan keterampilan bercocok tanam, serta membuka peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia (UMI), melaksanakan kegiatan “PKM Pertanian Hidroponik sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros”. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ir. Bakhtiar, MP sebagai ketua tim dan Farizah Dhaifina Amran, S.P., M.Sc. sebagai anggota, atas penugasan resmi dari Rektor UMI melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM).
Tim pengabdi mengawali program dengan sosialisasi kepada warga Desa Samangki sebagai mitra kegiatan, yang bertujuan memperkenalkan konsep hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam modern tanpa tanah. Pada kesempatan tersebut, dijelaskan pula manfaat, potensi ekonomi, peluang pemasaran, serta rencana pelatihan yang akan diberikan selama program berlangsung.
Setelah sosialisasi, dilanjutkan dengan pelatihan teknis budidaya tanaman hidroponik, mulai dari tahap pembenihan, teknik semai yang benar, pemindahan bibit ke instalasi hidroponik, hingga cara merawat tanaman selama masa pertumbuhan. Peserta juga mendapatkan materi tentang pemberian nutrisi, pemeliharaan kualitas air, pengendalian hama ramah lingkungan, serta pengaturan kebutuhan cahaya untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.
Masyarakat Desa Samangki berpartisipasi aktif dalam setiap tahap kegiatan. Warga memperlihatkan antusiasme tinggi terutama ketika melakukan praktik langsung dengan menggunakan instalasi hidroponik sederhana yang dipersiapkan oleh tim PKM. Dengan pengetahuan dan keterampilan baru ini, program diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian lokal, dan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen UMI dalam mengembangkan teknologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan serta mendukung kemandirian ekonomi melalui inovasi pertanian berkelanjutan.



