
Air Bersih dan Pepaya Jadi Senjata Baru Warga Temmapaduae Cegah DBD
MAROS – Upaya meningkatkan kualitas air bersih sekaligus mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan di Desa Temmapaduae, Kabupaten Maros. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dari perguruan tinggi menghadirkan inovasi sederhana dengan mengoptimalkan instalasi air bersih menggunakan metode penyaringan zeolit serta memanfaatkan tanaman pepaya (Carica papaya) sebagai bagian dari upaya pencegahan DBD.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Instalasi Air Bersih dengan Metode Saring Zeolit dan Pemanfaatan Tanaman Pepaya (Carica papaya) sebagai Upaya Pencegahan DBD di Desa Temmapaduae Kabupaten Maros.” Program ini dipimpin oleh Ir. Annisa Junaid, ST., M.Eng. selaku ketua tim, bersama anggota Dr. Alfina Baharuddin, SKM., M.Kes. dan Hardi, SKM., M.Kes.
Program ini dirancang untuk menjawab dua persoalan penting yang saling berkaitan di masyarakat, yakni kebutuhan terhadap air bersih yang berkualitas dan pengendalian faktor risiko penyakit berbasis lingkungan, khususnya DBD.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan teknologi penyaringan air menggunakan zeolit. Media zeolit dipilih karena memiliki kemampuan sebagai bahan penyaring yang dapat membantu mengurangi sejumlah kontaminan dalam air sehingga kualitas air yang digunakan masyarakat menjadi lebih baik. Optimalisasi instalasi dilakukan dengan pendekatan yang relatif sederhana, sehingga diharapkan dapat diterapkan dan dipelihara secara mandiri oleh masyarakat.Selain pengelolaan air bersih, tim juga memperkenalkan pemanfaatan tanaman pepaya sebagai bagian dari pendekatan pencegahan DBD berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Tanaman pepaya yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat diarahkan menjadi salah satu sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan dalam edukasi kesehatan lingkungan. Ketua tim, Ir. Annisa Junaid, ST., M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan atau perbaikan sarana, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar mampu menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
“Teknologi yang diterapkan harus sederhana, mudah dipahami, dan dapat dipelihara masyarakat. Karena itu, optimalisasi instalasi air bersih dipadukan dengan edukasi kesehatan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal,” ujarnya.
“Teknologi yang diterapkan harus sederhana, mudah dipahami, dan dapat dipelihara masyarakat. Karena itu, optimalisasi instalasi air bersih dipadukan dengan edukasi kesehatan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Alfina Baharuddin, SKM., M.Kes., menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Menurutnya, pengendalian DBD
tidak cukup hanya mengandalkan tindakan setelah kasus terjadi, tetapi perlu dilakukan melalui pencegahan sejak dari lingkungan rumah tangga.
“Lingkungan yang sehat merupakan salah satu fondasi penting dalam mencegah penyakit. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan untuk mengenali dan mengendalikan faktor risiko di sekitarnya,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Temmapaduae dalam mengelola air bersih, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD.
Melalui inovasi berbasis teknologi sederhana dan potensi lokal, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Air bersih terkelola, lingkungan terjaga, dan masyarakat berdaya menjadi kunci menuju Desa Temmapaduae yang lebih sehat dan tangguh terhadap penyakit berbasis lingkungan.
tidak cukup hanya mengandalkan tindakan setelah kasus terjadi, tetapi perlu dilakukan melalui pencegahan sejak dari lingkungan rumah tangga.
“Lingkungan yang sehat merupakan salah satu fondasi penting dalam mencegah penyakit. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan untuk mengenali dan mengendalikan faktor risiko di sekitarnya,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Temmapaduae dalam mengelola air bersih, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD.
Melalui inovasi berbasis teknologi sederhana dan potensi lokal, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Air bersih terkelola, lingkungan terjaga, dan masyarakat berdaya menjadi kunci menuju Desa Temmapaduae yang lebih sehat dan tangguh terhadap penyakit berbasis lingkungan.



