
Dosen FPIK UMI Makassar memberikan Pelatihan Budidaya Ikan Bandeng (Chanos Chanos Forskal) dengan memanfaatkan Pakan Mandiri di Kelurahan Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar
Pembudidaya ikan di Kelurahan Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar telah melakukan budidaya bandeng sejak tahun 70-an, dengan cara tradisonal, umumnya tanpa menggunakan pakan, karena harganya yang mahal, sehingga tidak sebanding dengan harga jualnya, sehingga diharapkan adanya pakan buatan yang murah, dan memenuhi kandungan gizi untuk pertumbuhan bandeng.
Untuk menekan biaya produksi, maka biaya dari komponen pakan harus diminimalkan dengan menggunakan pakan lokal yang bersumber dari tepung ikan lokal, karena komponen utama pakan adalah tepung ikan.
Salah satu sumber protein yang bisa digunakan adalah tepung ikan dari ikan sapu-sapu yang mudah diperoleh dan selama ini menjadi hama diperairan. Ikan sapu-sapu mempunyai pertumbuhan yang cepat, kemampuan reproduksi yang tinggi dan adaptasi yang baik pada perairan tercemar sekalipun. Pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai sumber protein pada pakan ikan, selain menyelesaikan masalah kompetitor dan predator di perairan umum, juga dapat menekan biaya produksi budidaya ikan dan bisa menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat. Masyarakat dapat membuat pakan secara mandiri, sehingga bisa mengatur formula, kualitas, ukuran, dan stock sesuai kebutuhan.
Tim pelaksana PkM terdiri dari Dr. Ir. Andi Tamsil, MS., IPM., selaku Ketua Tim dan Ibu Dr. Ir. Hasnidar, MS., IPM, sebagai Anggota Tim. dan Ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa apabila menggunakan pakan dengan bahan baku lokal yang tersedia di masyarakat, maka dapat menekan biaya produksi sekitar 30 %, sehingga pembudidaya dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Peserta sangat antusias dalam proses pelatihan dan diskusi, karena problem pakan telah menjadi persoalan selama ini.
Pembudidaya berharap dapat terus didampingi, terutama proses pembuatan pakan mandiri dengan memanfaatkan potensi lokal. Pembudidaya juga minta agar dapat didampingi dalam proses budidaya dan pemasaran yang selama ini juga masih mengalami kendala.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI dengan potensi SDM yang mumpuni senantiasa siap untuk melakukan pembinaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan siap menjadi mitra dalam pengembangan produk dan pemasaran.




