lpkm@umi.ac.id Makassar, Sulawesi Selatan
LPkM UMI — Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Beranda / Berita / Dosen UMI dan Mahasiswa melalui PKM melaksanakan Kegiatan Transplantasi Lamun
Dosen UMI dan Mahasiswa melalui PKM melaksanakan Kegiatan Transplantasi Lamun

Dosen UMI dan Mahasiswa melalui PKM melaksanakan Kegiatan Transplantasi Lamun

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang terdiri dari Dr. Ir. Hamsiah, M.Si (Ketua), Dr. Ir. Kasmawati  dan Asmidar, S.kel, M.Si  (Anggota) yang melibatkan mahasiswa yaitu Eko Saputra (S2) dan Nurul Aini (S1) telah melaksanakan kegiatan pelatihan transplantasi lamun di Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Yang bermitra dengan kelompok Bina Pesisir yang diketuai oleh Muh. Ibrahim Bakri, S.Pi sekaligus sebagai anggota DPRD Kabupaten Takalar pada hari Sabtu, 21 September 2024.

Judul kegiatan PKM tahun 2024 adalah PKM Kelompok Pengelola Ekosistem Lamun di Pesisir Desa Laikang Kabupaten Takalar.

Ketua Tim PKM menjelaskan bahwa peserta kelompok Bina Pesisir sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena memberi pengetahuan tentang rehabilitasi ekosistem melalui transplantasi lamun yang mereka masih awam tentang istilah tersebut. Menurut mereka istilah transplantasi yang biasa mereka ketahui adalah transplantasi terumbu karang sehingga mereka sangat ingin mengetahui cara melakukan transplantasi lamun. Pada umumnya masih banyak yang belum mengetahui fungsi ekosistem lamun sehingga perlu dijaga kelestariannya. Salah satu penyebab kerusakan padang lamun pada kawasan Teluk Laikang adalah  aktifitas budidaya rumput laut yang membabat habis hamparan lamun untuk menempatkan budidaya rumput laut dengan alaasan bahwa organisme seperti ikan yang berada di hamparan lamun dapat merusak tanaman rumput laut.

Pada pelaksanaan PKM ini dihadiri ketua Mitra Bina Pesisir sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Takalar menjelaskan bahwa ekosistem wilayah pesisir harus dijaga dari kerusakan seperti ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Namun jika ekosistem ini mengalami kerusakan maka perlu dilakukan  rehabilitasi melalui berbagai metode tergantung ekosistem yang mana  mau dilakukan rehabilitasi.

Ekosistem lamun memiliki berbagai fungsi antara lain fungsi ekologis (mencegah  abrasi, menstabilkan sedimen, sebagai habitat berbagai biota, dll), sedangkan fungsi ekonomi (daerah tangkan ikan/non ikan, jasa lingkungan, sebagai kawasan wisata) sehingga ekosistem ini perlu dijaga kelestariannya“ ujar Hamsiah.

Rehabilitasi lamun melalui transplantasi dilakukan dengan metode plug dan frame bambu. Metode plug menggunakan pipa paralon (plug) yang dipotong sepanjang 35 cm tergantung kondisi substrat,  sedangkan frame bambu ukuran kotaknya (25x 25 cm).

Bagikan:
Baca Juga

Berita Terkait