
Dosen UMI Gelar Pemberdayaan Kader di Desa Tonasa: Siap Tanggap Pilih Kontrasepsi Pasca Salin Demi Kesehatan Ibu dan Anak
Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kader untuk Mendampingi Ibu Hamil dalam Pemilihan Kontrasepsi Pasca Salin.” Kegiatan yang berlangsung pada 25 September 2024 ini dilaksanakan di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, dan melibatkan 30 peserta, termasuk bidan desa, kader kesehatan, kader Posyandu, serta ibu hamil dan calon ibu.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan edukasi kepada kader agar lebih kompeten dalam mendampingi ibu hamil, khususnya dalam memilih kontrasepsi pasca salin yang sesuai. Program ini juga mendukung program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) guna meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak.
Tim pengabdian ini dipimpin oleh Farihah Muhsanah, S.KM., M.Kes, salahsatu dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMI, dan didampingi oleh Sitti Hadriyanti Hamang, S.ST., M.Keb, juga salah satu dosen pada Prodi Kebidanan FKM UMI, serta sejumlah mahasiswa. Dalam kegiatan ini, mereka memberikan materi edukatif yang membahas pentingnya kesiapan fisik, mental, dan dukungan keluarga dalam menentukan kontrasepsi yang tepat.
Menurut Farihah, pemilihan kontrasepsi yang disadari dan direncanakan oleh ibu hamil dengan pendampingan kader akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi ibu, tetapi juga bagi calon anak. “Melalui pemberdayaan kader, ibu hamil akan lebih siap dan tanggap dalam mengambil keputusan penting terkait kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi mereka,” ujarnya. Sitti Hadriyanti menambahkan, pemilihan kontrasepsi yang tepat juga harus mempertimbangkan usia, jumlah anak, dan riwayat kesehatan ibu. “Dengan edukasi dari kader dan tenaga kesehatan, risiko kesehatan dapat diminimalkan, sehingga tercipta kualitas hidup yang lebih baik bagi ibu dan anak,” katanya.
Antusiasme Pemerintah dan Masyarakat Desa Tonasa.
Dukungan penuh diberikan oleh pemerintah Desa Tonasa, yang dipimpin oleh Kepala Desa, Syahabuddin Dg Jarre, dan Sekretaris Desa, Junaedi, SH. Keterlibatan pemerintah lokal, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih atas penyuluhan yang diberikan oleh dosen UMI. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat kami, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih baik ke depannya,” ujar Junaedi.
Dukungan LPkM UMI dan Harapan Masa Depan.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan pendanaan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI. Pendanaan ini memungkinkan terlaksananya program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi. Melalui kegiatan pengabdian ini, UMI menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam upaya perbaikan kualitas kesehatan. Tim pengabdian berharap program ini dapat diperluas ke wilayah lain, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Pemberdayaan Kader sebagai Solusi.
Pemberdayaan kader menjadi solusi efektif dalam mendampingi ibu hamil agar mampu mempersiapkan diri memilih kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, dan riwayat kesehatannya. Dengan pendampingan ini, risiko kesehatan dapat diminimalkan, khususnya bagi pasangan usia subur dan ibu hamil.



