
Dosen UMI Perkuat Ekonomi Pesisir Maros melalui Diversifikasi Olahan Ikan Bandeng dan Digitalisasi Pemasaran
MAROS – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir terus dilakukan melalui pemanfaatan potensi lokal. Tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui hibah dari DPPM Kemendiktisaintek dengan mengusung tema “Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah melalui Diversifikasi Olahan Bandeng dan Digitalisasi Pemasaran di Kabupaten Maros.”
Program tersebut dilaksanakan di Dusun Kuri Lompo, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, dengan menggandeng Kelompok Mappatuju, kelompok masyarakat yang selama ini mengembangkan usaha pengolahan ikan bandeng secara tradisional.
Program dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan masyarakat melalui diversifikasi produk, penguatan literasi halal, perbaikan kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana memperluas pemasaran produk UMKM.
Tahap pertama dilaksanakan pada 12 Juli 2026 melalui kegiatan sosialisasi dan penyampaian materi. Anggota Kelompok Mappatuju mendapatkan wawasan mengenai pengolahan ikan bandeng, literasi halal dan prosedur pengurusan sertifikasi halal, serta pentingnya pemasaran digital dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tahap kedua dilaksanakan pada 19 Juli 2026 melalui praktik langsung pembuatan produk olahan berbahan dasar ikan bandeng, yaitu abon ikan dan bandeng presto. Kegiatan praktik diarahkan agar mitra tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, tim PKM UMI juga memberikan sejumlah peralatan produksi sesuai dengan jenis olahan yang dikembangkan. Di antaranya mesin peniris minyak untuk mendukung produksi abon ikan, panci presto untuk pembuatan bandeng presto, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
Program tersebut dilaksanakan di Dusun Kuri Lompo, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, dengan menggandeng Kelompok Mappatuju, kelompok masyarakat yang selama ini mengembangkan usaha pengolahan ikan bandeng secara tradisional.
Program dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan masyarakat melalui diversifikasi produk, penguatan literasi halal, perbaikan kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana memperluas pemasaran produk UMKM.
Tim pelaksana dari Universitas Muslim Indonesia terdiri atas Dr. Syarifa Raehana, S. Ag., M. Ag. sebagai ketua, bersama Prof. Dr. Andi Asni, MP. dan Dr. Jamaluddin, S. Pd., ME., serta melibatkan dua orang mahasiswa.
Pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan utama.
Tahap kedua dilaksanakan pada 19 Juli 2026 melalui praktik langsung pembuatan produk olahan berbahan dasar ikan bandeng, yaitu abon ikan dan bandeng presto. Kegiatan praktik diarahkan agar mitra tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, tim PKM UMI juga memberikan sejumlah peralatan produksi sesuai dengan jenis olahan yang dikembangkan. Di antaranya mesin peniris minyak untuk mendukung produksi abon ikan, panci presto untuk pembuatan bandeng presto, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
Tahap ketiga dilaksanakan pada 25 Juli 2026 dengan agenda memberikan wawasan mengenai label dan pengemasan produk, sekaligus pendampingan dalam proses pengurusan sertifikasi halal.
Aspek pengemasan menjadi perhatian penting karena kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, informasi, dan daya tarik produk ketika dipasarkan kepada konsumen. Sementara itu, pendampingan sertifikasi halal dilakukan agar produk olahan Kelompok Mappatuju memiliki jaminan aspek kehalalan yang lebih baik serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
Ketua tim pelaksana, Dr. Syarifa Raehana, S. Ag., M. Ag., mengatakan bahwa potensi ikan bandeng yang dimiliki masyarakat pesisir perlu dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Potensi ikan bandeng tidak cukup hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Melalui diversifikasi produk, literasi halal, penguatan kemasan dan pemasaran digital, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus memperluas pasar,” ujarnya.
Program yang memperoleh hibah dari DPPM Kemendiktisaintek ini mengintegrasikan tiga aspek penting dalam pengembangan UMKM pesisir, yakni peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaminan halal dan kualitas produk, serta perluasan akses pasar melalui digitalisasi.
Tim PKM UMI berharap Kelompok Mappatuju dapat melanjutkan produksi abon ikan dan bandeng presto secara mandiri, meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan lokal, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Melalui program tersebut, perguruan tinggi berupaya menghadirkan penerapan ilmu pengetahuan yang bersifat praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya penguatan ekonomi masyarakat pesisir yang berbasis potensi lokal dan nilai-nilai syariah.
Ketua tim pelaksana, Dr. Syarifa Raehana, S. Ag., M. Ag., mengatakan bahwa potensi ikan bandeng yang dimiliki masyarakat pesisir perlu dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Potensi ikan bandeng tidak cukup hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Melalui diversifikasi produk, literasi halal, penguatan kemasan dan pemasaran digital, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus memperluas pasar,” ujarnya.
Program yang memperoleh hibah dari DPPM Kemendiktisaintek ini mengintegrasikan tiga aspek penting dalam pengembangan UMKM pesisir, yakni peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaminan halal dan kualitas produk, serta perluasan akses pasar melalui digitalisasi.
Tim PKM UMI berharap Kelompok Mappatuju dapat melanjutkan produksi abon ikan dan bandeng presto secara mandiri, meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan lokal, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Melalui program tersebut, perguruan tinggi berupaya menghadirkan penerapan ilmu pengetahuan yang bersifat praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya penguatan ekonomi masyarakat pesisir yang berbasis potensi lokal dan nilai-nilai syariah.



