lpkm@umi.ac.id Makassar, Sulawesi Selatan
LPkM UMI — Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Beranda / Berita / DPPM Kemendiktisaintek Danai PKM di Kepulauan Selayar, Tim UMI Kenalkan Inovasi Abon Jantung Pisang Berbasis Teknologi Tepat Guna
DPPM Kemendiktisaintek Danai PKM di Kepulauan Selayar, Tim UMI Kenalkan Inovasi Abon Jantung Pisang Berbasis Teknologi Tepat Guna

DPPM Kemendiktisaintek Danai PKM di Kepulauan Selayar, Tim UMI Kenalkan Inovasi Abon Jantung Pisang Berbasis Teknologi Tepat Guna

Kepulauan Selayar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2026 melaksanakan program bertajuk “Inovasi Pangan Lokal Kepulauan Selayar Melalui Pelatihan Pembuatan Abon Jantung Pisang Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal sekaligus meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat.
Kegiatan diketuai oleh Prof. Dr. Ramlawati, SE., MM, dengan anggota Prof. Dr. Aryati Arfah, SE., M.Si dan Dr. Nurfardiansyah Burhanuddin, SKM., M.Kes, serta melibatkan mahasiswa Nur Fatimah Syarifuddin B. dan Nurul Aulia. Tim pelaksana merupakan kolaborasi dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMI, yang memadukan aspek pemberdayaan ekonomi dan edukasi kesehatan dalam pengembangan pangan lokal.
Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai yang beranggotakan 20 orang. Sebelum memasuki sesi praktik, peserta diberikan edukasi mengenai manfaat dan potensi jantung pisang sebagai bahan pangan. Tim juga melakukan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mitra sehingga peningkatan pemahaman setelah kegiatan dapat diukur secara lebih objektif.
Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti pelatihan pembuatan abon jantung pisang secara langsung. Mitra diperkenalkan pada tahapan pengolahan jantung pisang hingga menjadi produk abon yang memiliki cita rasa dan nilai tambah. Pelatihan dilakukan secara partisipatif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara mandiri.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah mesin spinner sebagai teknologi tepat guna. Mesin tersebut digunakan untuk membantu mengeluarkan minyak dari abon setelah proses penggorengan sehingga produk menjadi lebih kering dan tidak terlalu berminyak. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas produk sekaligus membuat proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.
Melalui kegiatan ini, tim PKM UMI mendorong anggota KWT Teratai untuk melihat jantung pisang sebagai sumber pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha produktif yang mendukung peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaan PKM Tahun 2026 serta kepada LPKM Universitas Muslim Indonesia atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini diharapkan terus berkembang dalam menghadirkan inovasi yang mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Selayar.
Bagikan:
Baca Juga

Berita Terkait