
Dua Dosen UMI Lakukan PKM Internasional di Thailand
Tanggung jawab mendasar anggota fakultas akademik dalam kerangka Tri Dharma pendidikan tinggi adalah penyebaran pengetahuan kepada masyarakat; komitmen ini menggarisbawahi sikap proaktif Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebuah lembaga yang didedikasikan untuk pendidikan dan dakwah, yang terus-menerus menekankan pentingnya terlibat dengan kondisi masyarakat. Antara 28 September dan 2 Oktober 2024, UMI mengirim dosen ke Thailand untuk melakukan inisiatif pengabdian masyarakat.
Program pengabdian masyarakat internasional (PKM) ini, yang diatur oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) UMI, bertujuan untuk mempromosikan warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Bugis Makassar, melalui tradisi kerajinan kapal keagamaan di Madrasah As-Shalihiyah Ad-Diniyah di Songkla, di mana inisiatif ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu Lantara, MT, IPU, yang sekaligus menjabat sebagai ketua LPKM UMI.
Kontributor kedua, Dr. H. Agussalim Beddu Malla, MA, anggota fakultas dari Departemen Sastra Arab UMI, berfokus pada tema menumbuhkan kreativitas dalam pengajaran bahasa Arab di Tahfidz al-Qur’an Addalawiyah Pesantren di Songkla, Thailand.
Menurut Ust. Agus, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk membiasakan peserta dengan budaya Bugis Makassar dan metodologi pengajaran bahasa Arab yang inovatif, tetapi juga diharapkan mahasiswa UMI selanjutnya akan terlibat dalam pengalaman kerja praktis (PKL) atau program pengabdian masyarakat (KKN) di berbagai madrasah dan sekolah asrama di seluruh Thailand.
Sepanjang kegiatan PKM, antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa teraba ketika mereka terlibat dengan konten yang disajikan oleh kedua pembicara; terlebih lagi, para peserta ini menyatakan keinginan agar wacana melampaui acara ini, karena mereka menemukan materi yang sangat menginspirasi.
Inisiatif PKM siap untuk peningkatan lebih lanjut melalui pembentukan kemitraan kolaboratif, mengingat bahwa beberapa lembaga pendidikan keagamaan di Thailand telah menyatakan kesediaan mereka untuk terlibat dalam upaya kerjasama dalam domain budaya, bahasa, dan teknologi.




