
Inovasi UMI: Gummy Candy dari Tanaman Lokal untuk Cegah Stunting
Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui tim pengabdian masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) berhasil menghadirkan inovasi unik dalam upaya pencegahan stunting. Dengan memanfaatkan tanaman lokal, tim UMI mengembangkan gummy candy bergizi yang tidak hanya lezat dan disukai anak-anak, tetapi juga ekonomis serta kaya manfaat kesehatan.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di kantor Desa Biring Kassi, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Tim pengabdian dipimpin oleh apt. Hamsinah, S.Farm., M.Si. dengan anggota Aminah, S.Farm., M.Sc., Prof. Dr. Suriyanti, SE., MM., serta didukung mahasiswa Teza Swastika dan Nur Afni Rahmadani.
Menurut ketua tim pengabdian, pemilihan gummy candy sebagai produk inovasi bukan tanpa alasan.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, tentang cara mengolah tanaman lokal menjadi makanan bergizi yang digemari anak-anak. Gummy candy dipilih karena anak-anak menyukainya, sehingga asupan gizi dapat terpenuhi dengan cara yang menyenangkan,” ujar apt. Hamsinah.
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Biring Kassi. Kepala Desa, H. Murdalin, S.Pd., M.Pd., dan Ketua PKK, Hj. Marin, S.Pd., hadir langsung memberikan dukungan. Ibu-ibu PKK bersama masyarakat tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari penyuluhan hingga praktik pembuatan gummy candy.
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan, meliputi:
- Sosialisasi dan penyuluhan mengenai stunting serta pencegahannya.
- Pengenalan manfaat tanaman lokal yang bernilai gizi tinggi.
- Pelatihan pembuatan gummy candy sesuai standar keamanan pangan.
- Pengemasan produk yang terstandarisasi.
- Pendampingan dan evaluasi agar mitra desa mampu memproduksi gummy candy secara mandiri.
- Perencanaan keberlanjutan program meski tim pengabdi telah menyelesaikan tugasnya.
Selain berkontribusi pada penurunan angka stunting, inovasi ini juga mendorong pemanfaatan tanaman lokal sebagai sumber pangan fungsional bernilai ekonomis. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya terbantu dari sisi kesehatan, tetapi juga dari peningkatan pendapatan keluarga.



