lpkm@umi.ac.id Makassar, Sulawesi Selatan
LPkM UMI — Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Beranda / Berita / INOVASI VALORISASI LIMBAH CEMPEDAK MENJADI TEPUNG BIJI DAN CEMPEDAK Beku pemberdayaan ISTRI TKI DI SELANGOR MALAYSIA MELALUI TRANSPLANTASI TEKNOLOGI
INOVASI VALORISASI LIMBAH CEMPEDAK MENJADI TEPUNG BIJI DAN CEMPEDAK Beku pemberdayaan ISTRI TKI DI SELANGOR MALAYSIA MELALUI TRANSPLANTASI TEKNOLOGI

INOVASI VALORISASI LIMBAH CEMPEDAK MENJADI TEPUNG BIJI DAN CEMPEDAK Beku pemberdayaan ISTRI TKI DI SELANGOR MALAYSIA MELALUI TRANSPLANTASI TEKNOLOGI

Selangor, Malaysia — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Selangor. Program ini mengusung tema “Penerapan Teknologi Pengolahan Cempedak dan Pengembangan Pemasaran Digital untuk Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga.”

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Hastuti Mulang bersama tim pelaksana lainnya. PKM berlangsung selama tiga bulan dan melibatkan kelompok masyarakat lokal yang sehari-hari bergelut dalam kegiatan pengolahan pangan rumahan. Melalui pendekatan teknologi tepat guna, peserta diperkenalkan pada metode modern pengolahan cempedak menjadi produk bernilai tambah yang lebih tahan lama dan layak jual.

Pelatihan dimulai dengan sosialisasi program dan identifikasi kebutuhan mitra, dilanjutkan dengan bimbingan teknis mengenai pengeringan cempedak, pembekuan buah, standar higienitas, serta praktik langsung penggunaan alat pengolahan yang telah dimodifikasi agar mudah dioperasikan oleh masyarakat.

Selain pengolahan pangan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pemasaran digital, termasuk pembuatan akun bisnis, teknik foto produk, penulisan caption promosi, hingga strategi mengenalkan produk ke pasar luar daerah. Peserta dilatih memanfaatkan platform seperti WhatsApp Business, Facebook Page, dan Instagram untuk memperluas jangkauan pemasaran produk pangan olahan mereka.

Dr. Hastuti menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pelatihan teknis, tetapi juga untuk membuka pola pikir masyarakat tentang peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal.

“Cempedak adalah komoditas yang sangat melimpah, tetapi selama ini belum dikelola secara optimal. Melalui pengolahan yang lebih modern dan pemasaran digital, masyarakat dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas pasar,” ujarnya.

Selama proses pendampingan, peserta menunjukkan perkembangan signifikan. Kelompok masyarakat yang sebelumnya memasarkan produk secara terbatas kini mulai memproduksi dengan lebih rapi, terukur, dan berbasis standar kebersihan. Beberapa peserta telah mulai membuat merek sederhana dan memasarkan produk secara konsisten melalui platform digital.

Kegiatan PKM ini juga mendorong terbentuknya kelembagaan komunitas yang lebih solid. Pembagian tugas dalam produksi, administrasi, dan pemasaran mulai tertata, memungkinkan kelompok untuk bergerak lebih profesional. Selain itu, program ini juga mengarah pada penyusunan rencana pengembangan usaha jangka panjang untuk memperkuat keberlanjutan kegiatan pasca-PKM.

Di akhir program, tim UMI bersama masyarakat mitra melaksanakan evaluasi hasil pelatihan, termasuk pengukuran peningkatan pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya lonjakan pemahaman peserta, baik dalam aspek teknis pengolahan pangan maupun pemasaran digital.

Tak hanya berhenti pada pelatihan dan pendampingan, tim PKM juga menyiapkan publikasi ilmiah, dokumentasi kegiatan, serta rancangan model replikasi PKM agar praktek pemberdayaan ini dapat diterapkan di daerah lain yang memiliki potensi komoditas serupa.

Kegiatan PKM ini menegaskan peran UMI dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian masyarakat berbasis teknologi dan inovasi. Diharapkan, program ini menjadi langkah awal bagi komunitas di Selangor untuk berkembang menjadi kelompok usaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Bagikan:
Baca Juga

Berita Terkait