
Kader Posyandu Pabentengan Diperkuat untuk Dampingi Ibu Menyusui, Kelor Jadi Pilihan Pangan Lokal
Maros — Penguatan kapasitas kader menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan pendampingan bagi ibu menyusui di tingkat masyarakat. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi laktasi, gizi ibu menyusui, dan pemanfaatan daun kelor yang dilaksanakan di Desa Pabentengan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, 3 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat “Inovasi Tepung Daun Kelor untuk Dukungan ASI Eksklusif dan Penguatan Layanan Posyandu melalui Pemberdayaan Kader di Desa Pabentengan, Kabupaten Maros”. Program diketuai Dr. Sumiaty, SKM., M.Kes., dengan anggota Dr. Nur Ulmy Mahmud, SKM., M.Kes. dan Dr. Nurhidayati, SE.I., M.Si.
Pemanfaatan kelor diarahkan sebagai bagian dari diversifikasi pangan keluarga. Dalam program ini, kader juga dipersiapkan untuk mengenalkan pemanfaatan kelor kepada masyarakat melalui kegiatan Posyandu dan pendampingan ibu menyusui. Pengembangan tepung kelor dan produk pangan olahannya menjadi salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan dalam program pengabdian tersebut.
Kepala Desa Pabentengan, Muhammad Jafar Fattah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan pengetahuan kader dan masyarakat dapat memperkuat dukungan terhadap ibu menyusui sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di desa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat “Inovasi Tepung Daun Kelor untuk Dukungan ASI Eksklusif dan Penguatan Layanan Posyandu melalui Pemberdayaan Kader di Desa Pabentengan, Kabupaten Maros”. Program diketuai Dr. Sumiaty, SKM., M.Kes., dengan anggota Dr. Nur Ulmy Mahmud, SKM., M.Kes. dan Dr. Nurhidayati, SE.I., M.Si.
Dalam edukasi laktasi dan gizi, Nurul Ulfah Mutthalib, SKM., M.Kes., menjelaskan pentingnya dukungan yang tepat bagi ibu selama masa menyusui. Materi mencakup pentingnya ASI eksklusif, teknik menyusui yang tepat, pemenuhan kebutuhan gizi ibu, serta peran kader dalam memberikan pendampingan.
Ibu menyusui membutuhkan pola makan yang beragam dan bergizi untuk mendukung kebutuhan tubuh selama masa menyusui. Karena itu, kader diharapkan mampu menyampaikan informasi dasar mengenai gizi dan menyusui serta membantu ibu mengenali kendala yang dihadapi dalam praktik menyusui.
Selain laktasi, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu sumber pangan local pemateri kedua menjelaskan bahwa daun kelor tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai sayuran, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi tepung yang lebih praktis untuk digunakan dalam berbagai olahan pangan.Pemanfaatan kelor diarahkan sebagai bagian dari diversifikasi pangan keluarga. Dalam program ini, kader juga dipersiapkan untuk mengenalkan pemanfaatan kelor kepada masyarakat melalui kegiatan Posyandu dan pendampingan ibu menyusui. Pengembangan tepung kelor dan produk pangan olahannya menjadi salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan dalam program pengabdian tersebut.
Kepala Desa Pabentengan, Muhammad Jafar Fattah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan pengetahuan kader dan masyarakat dapat memperkuat dukungan terhadap ibu menyusui sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di desa.
Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia, Nina Alivia dan Hiyal Syafaat. Mahasiswa membantu persiapan kegiatan, pendampingan peserta, administrasi, serta dokumentasi.
Program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan edukasi, tetapi juga diarahkan agar layanan dapat berlanjut setelah kegiatan selesai. Proposal program mencakup penyusunan modul edukasi, SOP, pemantauan, serta rencana tindak lanjut layanan Posyandu.
Melalui kegiatan tersebut, kader Posyandu diharapkan semakin siap menjadi pendamping bagi ibu menyusui sekaligus mendorong keluarga memanfaatkan pangan lokal secara lebih beragam. Dengan demikian, Posyandu dapat semakin berperan sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan tahun 2026, serta kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia atas dukungan dalam pelaksanaan program. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Pabentengan, kader Posyandu, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan tahun 2026, serta kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia atas dukungan dalam pelaksanaan program. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Pabentengan, kader Posyandu, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.



