
OPTIMALISASI KEMAHIRAN MEMBACA KITAB KUNING MELALUI METODE MUMTAZ BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB UMI
Makassar – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Optimalisasi Kemahiran Membaca Kitab Kuning Melalui Metode Mumtaz Bagi Mahasiswa Prodi PBA UMI.” Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian, dengan tujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan mengkaji literatur Arab klasik atau yang dikenal dengan kitab kuning.
Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat istimewa di kalangan umat Islam. Tidak hanya menjadi bahasa wahyu, bahasa Arab juga berperan besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan peradaban Islam. Oleh karena itu, banyak perguruan tinggi di Indonesia membuka program studi Bahasa Arab, baik dalam bidang pendidikan maupun sastra, guna mencetak generasi yang mampu menguasai bahasa ini secara komprehensif.
Salah satu tantangan terbesar dalam mempelajari bahasa Arab klasik adalah kemampuan membaca kitab gundul, yaitu teks Arab tanpa harakat yang dikenal sebagai kitab kuning. Disebut “kuning” karena pada masa lalu kitab-kitab tersebut dicetak di atas kertas berwarna kekuningan. Untuk memahami kitab seperti ini, dibutuhkan penguasaan mendalam terhadap ilmu nahwu (tata bahasa) dan sharaf (morfologi bahasa Arab).
Melihat urgensi tersebut, tim dosen dan mahasiswa PBA UMI berinisiatif mengadakan kegiatan PKM ini dengan memperkenalkan Metode Mumtaz, sebuah pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang menekankan pemahaman struktur kalimat dan pola kata secara bertahap, praktis, dan kontekstual. Melalui metode ini, mahasiswa dibimbing agar lebih cepat memahami pola gramatikal Arab serta mampu membaca teks klasik dengan percaya diri.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Fakultas Agama Islam UMI ini diikuti oleh puluhan mahasiswa Prodi PBA dari berbagai angkatan. Suasana kegiatan tampak semangat dan interaktif, di mana para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung membaca dan menganalisis teks kitab kuning. Para dosen pembimbing memberikan contoh dan latihan-latihan aplikatif sehingga mahasiswa dapat memahami perbedaan struktur kalimat dan makna berdasarkan konteks penggunaannya.
Dalam sambutannya, Anggota tim pengabdian Ustadz Agus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk membekali mahasiswa PBA dengan kemampuan dasar yang sangat penting bagi calon pendidik bahasa Arab. “Melalui PKM ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori nahwu dan sharaf di ruang kuliah, tetapi mampu mengaplikasikannya dalam membaca teks-teks klasik. Dengan demikian, setelah mereka lulus dari UMI, mereka bisa mengkaji literatur Arab secara mandiri, memperluas wawasan, dan mengajarkannya kepada peserta didik di mana pun mereka berkiprah,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya PKM ini, diharapkan kemampuan mahasiswa PBA UMI dalam mengkaji literatur Arab semakin meningkat, sekaligus memperkuat komitmen UMI dalam mencetak generasi pendidik Islam yang cerdas, religius, dan berwawasan global. Kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah pelatihan akademik, tetapi juga menjadi sarana pengabdian nyata kepada masyarakat dalam melestarikan tradisi keilmuan Islam melalui penguasaan bahasa Arab klasik.



