lpkm@umi.ac.id Makassar, Sulawesi Selatan
LPkM UMI — Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Beranda / Berita / Optimalisasi Program Sipatu (Skrining Pertumbuhan Anak Terpadu) Dalam Deteksi Dini Masalah Pertumbuhan Siswa SDN 21 Sanggalea Kabupaten Maros
Optimalisasi Program Sipatu (Skrining Pertumbuhan Anak Terpadu) Dalam Deteksi Dini Masalah Pertumbuhan Siswa SDN 21 Sanggalea Kabupaten Maros

Optimalisasi Program Sipatu (Skrining Pertumbuhan Anak Terpadu) Dalam Deteksi Dini Masalah Pertumbuhan Siswa SDN 21 Sanggalea Kabupaten Maros

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Arman, SKM., M.Kes, bersama anggota tim Halida Thamrin, S.ST., M.Keb, serta mahasiswa Muhammad Rifqi Rozan dan Nur Wahidah M. Rum. Kehadiran tim disambut dengan hangat oleh Kepala Sekolah Ariefin Arief, S.Pd., Gr, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di sekolah dasar. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test yang diikuti oleh 20 siswa untuk mengukur tingkat pengetahuan awal tentang stunting. Setelah itu, ketua pelaksana memberikan edukasi tentang stunting, termasuk faktor penyebab, dampak jangka panjang, serta langkah pencegahannya. Siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab, sebelum akhirnya dilakukan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman mereka.

Selain penyuluhan, tim juga melaksanakan skrining pertumbuhan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya potensi masalah pertumbuhan yang dapat mengarah pada stunting atau gangguan gizi lainnya. Proses pengukuran melibatkan mahasiswa, sehingga memberikan kesempatan belajar langsung sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam praktik lapangan.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana kolaborasi antara pihak sekolah dan perguruan tinggi. Melalui program SIPATU, FKM UMI berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak usia sekolah. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna mencetak generasi sehat dan produktif di masa depan.

Bagikan:
Baca Juga

Berita Terkait