lpkm@umi.ac.id Makassar, Sulawesi Selatan
LPkM UMI — Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Beranda / Berita / Pelatihan Penerapan Good Manufacturing Practices untuk Peningkatan Kualitas dan Keamanan Produk Roti Canai
Pelatihan Penerapan Good Manufacturing Practices untuk Peningkatan Kualitas dan Keamanan Produk Roti Canai

Pelatihan Penerapan Good Manufacturing Practices untuk Peningkatan Kualitas dan Keamanan Produk Roti Canai

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupaya memberikan pelatihan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk Peningkatan Kualitas dan Keamanan Produk Roti Canai pada salah satu UMKM yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 18 Kompleks Citra Sudiang Indah Blok Y2 Nomor. 5 Makassar, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar yang dilaksanakan pada 30 September 2024 lalu.

Kegiatan ini meibatkan dua dosen, yaitu Ir. Yan Herdianzah, ST., MT. dan Ir. A. Dwi Wahyuni P, ST., MT. dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia, serta melibatkan dua orang mahasiswa Prodi Teknik Industri UMI yaitu Fahrul Hidayat Bannya dan Berliana Febriyanti.

Hadir dalam kegiatan ini Bapak Amar, SE. selaku pemilik dari usaha Roti Canai Dapoer Sani serta lima orang karyawan yang bekerja dalam proses produksi pembuatan produk Roti Canai.

Ketua TIM PKM, Yan Herdianzah menjelaskan tentang tujuan penerapan GMP yaitu memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang dihasilkan, diproduksi dengan cara yang aman dan bersih sehingga produk aman untuk dikonsumsi, berkualitas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk memahami lebih jauh tentang penerapan GMP maka terlebih dahulu harus mengetahui ruang lingkup dari GMP yaitu terkait dengan (1) Bangunan dan Fasilitas, (2) Karyawan, (3) Mesin dan Peralatan, serta (4) Proses Produksi. Bukan hanya itu, Yan Herdianzah juga menyampaikan tentang Hazard Analysis & Critical Control Points (HACCP) yang merupakan sistem yang digunakan dalam industri pangan untuk menilai bahaya dan menetapkan cara pengendaliannya selama proses produksi yang berfokus pada pencegahan.

Yan Herdianzah mengatakan bahwa terdapat delapan kunci dari Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) yang menjadi pedoman utama untuk menerapkan GMP pada proses produksi Roti Canai di UMKM Dapoer Sani yaitu (1) keamanan air, (2) kondisi kebersihan permukaan yang kontak dengan produk, (3) pencegahan kontaminasi silang, (4) fasilitas cuci tangan, sanitasi dan toilet, (5) perlindungan dari bahan-bahan kontaminan, (6) pelabelan, penyimpanan & penggunaan bahan kimia, (7) kesehatan karyawan, dan (8) pengendalian hama (pest control).

Amar, SE selaku pemilik UMKM Dapoer Sani mengapresiasi pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan banyak pengetahuan yang baru serta manfaat tentang penerapan GMP pada proses produksi Roti Canai di Dapoer Sani khususnya. Katanya.

Bagikan:
Baca Juga

Berita Terkait