lpkm@umi.ac.id Makassar, Sulawesi Selatan
LPkM UMI — Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Beranda / Berita / Pemanfaatan Tanaman Delima Tim Pengabdi DPPM DIKTI Melakukan Pendampingan Pembuatan Minuman Kesehatan sebagai UpayaPencegahan Kecacingan di Kab. Gowa
Pemanfaatan Tanaman Delima Tim Pengabdi DPPM DIKTI Melakukan Pendampingan Pembuatan Minuman Kesehatan sebagai UpayaPencegahan Kecacingan di Kab. Gowa

Pemanfaatan Tanaman Delima Tim Pengabdi DPPM DIKTI Melakukan Pendampingan Pembuatan Minuman Kesehatan sebagai UpayaPencegahan Kecacingan di Kab. Gowa

Air merupakan zat yang memiliki peranan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia.di tinjau dari sudut kesehatan masyarakat, kebutuhan air untuk keperluan haigen harus memenuhi syarat agar kualitas kesehatan Masyarakat terjamin/ Salah satu kebiasaan Masyarakat Dusun Ta’banga yaitu mengkonsumsi langsung air tersebut tanpa pengolahan terlebih dahulu (hanya melalui pengendapan 1 hari). Hal ini lah yang menyebabkan tingginya angka kasus diare dan infeksi kecacingan dilokasi mitra. Hasil observasi lapangan bahwa sumur yang dimiliki masyarakat memiliki kadar besi dan floride yang tidak memenuhi syarat sebagai air bersih dan air minum.

Terdapatnya kasus infeksi kecacingan mendorong Tim Pengabdi DPPM Dikti Tahun 2025 Menggelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pada Hari Kamis (06/7/25) Kegiatan Ini Ditujukan Mitra Kelompok tani ibu rumah tangga. Kegiatan PKM Ini Dilakukan Oleh Tim Pengabdi Yang Terdiri Dari Ketua Tim ibu Dr. Yuliati, ST,.M.Kes (Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat FKM UMI),. Dan anggota tim ibu Ir Siti Astycha Ananda Sofyan, ST.MT dan berkolaborasi dengan tim dosen kesehatan Masyarakat Syech Yusuf Al Makassari gowa bapak Hardi, SKM.M.M.Kes.

Ketua Tim Pengabdi, Yuliati Mengatakan bahwa kegiatanya Ini mendapatkan Bantuan Pendanaan Dari Direktorat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) dengan nomor kontrak induk 126/C3/DT.05.00/PM/2025 (28 Mei 2025) dan nomor kontrak turunan No 892/LL9/PPM/2025 (03 Juni 2025) dan 1503/C.06/UMI/VI/2025 (10 Juni 2025) serta telah Disosialisasikan Kepada Pemerintah Serta Masyarakat Untuk Menjadikan desa Julukanaya Kabupaten Gowa Sebagai Percontohan Penerapan teknologi tepat guna filtrasi air sumur,” Jelasnya

Menurut Yuliati Adapun permasalahan mitra yaitu : Aspek Produksi (peningkataan kualitas air) yaitu Kualitas air sumur gali yang tidak sesuai standar yaitu air menjadi keruh dan berbau, Kurangnya pemahaman tentang teknik penjernihan air ditingkat rumah tangga. Masalah ke 2 yaitu Aspek sosial kemasyarakatan berupa Upaya peningkatan kesehatan karena Tingginya kasus infeksi kecacingan akibat air dan kondisi lingkungan yang tidak sehat, Rendahnya partisipasi /Pemberdayaan masyarakat dalam
pemanfaatan tanaman delima.

Menurut Hardi selaku anggota TIM PKM Tujuan Kegiatan Ini Adalah Perbaikan kualitas Sanitasi Air Bersih Sumur bor. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada Masyarakat dan pencegahan penyakit infeksi kecacingan pada masyarakat dengan pemanfaatan bahan herbal alami. Dia Juga Mengungkapkan Bahwa Kegiatan PKM Diikuti Oleh 15 Orang Bersama mitra dan melibaatkan mahasiswa sebanyak 3 orang.

Menurut Siti Astycha Diharapkan kegiatan ini meningkatkan cakupan akses air bersih serta serta mendukung salah satu program SDGs yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak: yaitu Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan serta sanitasi untuk semua ujarnya. Adapun Solusi yang ditawarkan yaitu Pelatihan dan sosialisasi teknik penyaringan air juga pernah dilakukan dengan menggunakan metode filtering. Dari sosialisai dan pelatihan ini masyarakat menjadi terampil dalam membuat alat penyaring air. Upaya dalam penyediaan air bersih dilakukan dengan modifikasi alat penjernih air modern untuk konsumsi rumah tangga serta pepmbuatan minuman keseahatn dari buah delima. Mengingat buah-buah tersebut menjadi tamanan pot dan pekarangan warga. Buah delima merupakan salah satu TOGA yang dapat membantu mengatasi infeksi kecacingan karena mengandung senyawa aktif yang bersifat anthelmintik. Senyawa-senyawa ini terdapat pada kulit buah, kulit kayu, dan akar pohon delima. Tanaman obat tradisional yang mengandung senyawa seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang memiliki potensi sebagai antelmintik pungkasnya.

Bagikan:
Baca Juga

Berita Terkait