
Penerapan Health Promotion melalui Safety Health dan Management Marketing Pada Pengrajin Perak (Pan’re Perak) menjadi Kampung Sentra Kerajinanan Sehat dan Berdaya Saing
Pengrajin perak merupakan usaha turun menurun dari generasi ke generasi. Usaha dan keterampilan turun menurun yang diwariskan telah mulai punah tetapi menghasilkan produk-produk perak dan tembaga yang unik dan berkualitas tinggi. Keindahan bentuk dan ketahananan produk tersebut menjadikan sebagai daya Tarik wisata dan oleh-oleh khas daerah makassar yang digemari orang. Potensi ekonomi dari kerajinan ini pun sangat menjanjikan.
Menurut Suharni Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting salah satunya adalah pengrajin pandai besi yang mengelolah bahan mentah atau setengah jadi menjadi benda yang berharga buat dijual. Pengrajin perak dalam skala industri kecil di kota makassar. Berdasarakan BPS Prop Sulsel, 2022 menyebutkan bahwa di Sulsel pengrajin perak sudah mulai punah dan tidak banyak lagi yang memilih ini sebagai profesi yang menjanjikan.
Tim Pengabdi KEMDIKTISAINTEK Tahun 2026 Menggelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan Ini Ditujukan Mitra Kelompok pengrajin Perak di Kelurahan borong kota makassar. Kegiatan PKM Ini Dilakukan Oleh Tim Pengabdi Yang Terdiri Dari Ketua Tim Prof Dr. Suharni. S.Pd,,M.Kes Poetri Lestari Lokapitasari S.Kom. MT (Dosen Komputer UMI) dan anggota Tim Dosen fakultas Ekonomi UMI, Hukma Ratu Purnama, SE.,MM
Menurut Poetri Saat ini Sentra kerajinan perak di kampung borong, menghadapi berbagai tantangan yang signifikan terkait pemasaran produk di era digital. Ketergantuan yang tinggi pada penjualan offline secara offline melalui pameran dan wisatawan menyebabkan margin keuntungan para perajin menjadi tipis dan membuat kondisi ekonomi peraji sangat rentan terhadap fluktuasi jumlah pengunjung. Selain itu, perajin perak juga mengalami kesulitan dalam pengelolaan pemasaran digital, termasuk keterbatasan menulis deskripsi produk yang menarik, kurangnya pemahaman tentang fotografi produk, serta keterbatasan kemampuan pengelolaan media sosial dan toko
online
Selain itu Menurut Hukmah bahwa Penggunaan APD bukan hanya sekadar perlindungan fisik, tetapi juga merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya APD perlu ditingkatkan melalui pelatihan, sosialisasi, serta pengawasan kerja yang efektif. Dengan demikian, risiko kecacatan dapat ditekan seminimal mungkin.
Sinergi antara pengrajin, pemilik usaha, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Upaya ini tidak hanya melindungi pekerja secara individu, tetapi juga berdampak positif terhadap keberlangsungan industri kerajinan Perak secara keseluruhan.
Menurut Suharni Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting salah satunya adalah pengrajin pandai besi yang mengelolah bahan mentah atau setengah jadi menjadi benda yang berharga buat dijual. Pengrajin perak dalam skala industri kecil di kota makassar. Berdasarakan BPS Prop Sulsel, 2022 menyebutkan bahwa di Sulsel pengrajin perak sudah mulai punah dan tidak banyak lagi yang memilih ini sebagai profesi yang menjanjikan.
Tim Pengabdi KEMDIKTISAINTEK Tahun 2026 Menggelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan Ini Ditujukan Mitra Kelompok pengrajin Perak di Kelurahan borong kota makassar. Kegiatan PKM Ini Dilakukan Oleh Tim Pengabdi Yang Terdiri Dari Ketua Tim Prof Dr. Suharni. S.Pd,,M.Kes Poetri Lestari Lokapitasari S.Kom. MT (Dosen Komputer UMI) dan anggota Tim Dosen fakultas Ekonomi UMI, Hukma Ratu Purnama, SE.,MM
Menurut Poetri Saat ini Sentra kerajinan perak di kampung borong, menghadapi berbagai tantangan yang signifikan terkait pemasaran produk di era digital. Ketergantuan yang tinggi pada penjualan offline secara offline melalui pameran dan wisatawan menyebabkan margin keuntungan para perajin menjadi tipis dan membuat kondisi ekonomi peraji sangat rentan terhadap fluktuasi jumlah pengunjung. Selain itu, perajin perak juga mengalami kesulitan dalam pengelolaan pemasaran digital, termasuk keterbatasan menulis deskripsi produk yang menarik, kurangnya pemahaman tentang fotografi produk, serta keterbatasan kemampuan pengelolaan media sosial dan toko
online
Selain itu Menurut Hukmah bahwa Penggunaan APD bukan hanya sekadar perlindungan fisik, tetapi juga merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya APD perlu ditingkatkan melalui pelatihan, sosialisasi, serta pengawasan kerja yang efektif. Dengan demikian, risiko kecacatan dapat ditekan seminimal mungkin.
Sinergi antara pengrajin, pemilik usaha, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Upaya ini tidak hanya melindungi pekerja secara individu, tetapi juga berdampak positif terhadap keberlangsungan industri kerajinan Perak secara keseluruhan.



