
Penguatan Kelembagaan KUB Nelayan Untia Melalui Literasi Keuangan Digital dan Manajemen Usaha
Makassar – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan bertajuk "Penguatan Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Melalui Literasi Keuangan Digital dan Manajemen Usaha di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar." Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan dan kemandirian ekonomi kelompok nelayan melalui penguatan aspek pengelolaan keuangan dan tata kelola usaha.
Program PKM diketuai oleh Dr. Hj. Budiandriani, S.E., M.M. dengan anggota Prof. Dr. H. Mahfudnurnajamuddin, S.E., M.M. dan Dr. Tasrik Hasrat, S.S., M.M. Ketiga dosen tersebut berkolaborasi memberikan pendampingan kepada anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Untia agar mampu mengelola usaha secara lebih profesional, adaptif, dan berbasis teknologi digital. Kegiatan ini diikuti oleh 10 anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Untia yang menjadi peserta pelatihan dan pendampingan selama seluruh rangkaian program berlangsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program PKM kepada seluruh anggota KUB nelayan. Pada tahap ini, tim pengabdian menyampaikan tujuan, manfaat, serta tahapan pelaksanaan kegiatan sehingga peserta memperoleh pemahaman yang utuh mengenai pentingnya penguatan kelembagaan sebagai fondasi pengembangan usaha yang berkelanjutan. Sosialisasi juga menjadi media diskusi antara tim pelaksana dan 10 peserta pelatihan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha sehari-hari.Tahap berikutnya adalah pelatihan literasi keuangan digital. Dalam kegiatan ini, 10 anggota KUB Untia memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang tertib, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, penyusunan laporan keuangan sederhana, penyusunan anggaran usaha, serta pemanfaatan berbagai aplikasi digital sebagai sarana pencatatan transaksi keuangan. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anggota KUB dalam mengelola arus kas, melakukan evaluasi usaha, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan informasi keuangan yang akurat.
Selanjutnya, tim PKM melaksanakan pelatihan manajemen usaha yang berfokus pada penguatan kemampuan peserta dalam mengelola usaha secara lebih efektif dan efisien. Materi yang diberikan meliputi perencanaan usaha, pengelolaan produksi, strategi pemasaran, pelayanan pelanggan, pengembangan produk, hingga penyusunan strategi peningkatan daya saing usaha. Melalui pelatihan ini, anggota KUB didorong untuk memiliki wawasan kewirausahaan yang lebih baik sehingga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan di tengah dinamika perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.
Seluruh kegiatan berlangsung secara interaktif dengan metode ceramah, diskusi, studi kasus, dan praktik sederhana sehingga peserta dapat langsung memahami penerapan materi dalam kegiatan usaha mereka. Sepuluh peserta yang mengikuti kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari aktifnya partisipasi dalam sesi diskusi, praktik, dan tanya jawab mengenai pengelolaan keuangan digital serta strategi pengembangan usaha.
Sebagai tahap akhir, tim PKM melaksanakan evaluasi kegiatan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan sekaligus memperoleh masukan sebagai dasar penyempurnaan program pengabdian pada masa mendatang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi keuangan digital dan manajemen usaha sebagai upaya memperkuat kelembagaan KUB serta meningkatkan kinerja usaha anggota.
Ketua Tim PKM, Dr. Hj. Budiandriani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kelompok usaha yang mandiri dan berdaya saing.
"Melalui kegiatan ini kami berharap anggota KUB tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menjalankan usaha, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara digital, menyusun strategi bisnis yang lebih baik, serta membangun kelembagaan kelompok yang kuat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para nelayan," ujarnya.Melalui pelaksanaan program ini diharapkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan di Kelurahan Untia semakin siap menghadapi tantangan perkembangan ekonomi digital, mampu meningkatkan produktivitas usaha, memperluas peluang pasar, serta menciptakan usaha yang lebih berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui transfer pengetahuan dan pendampingan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir. Dengan keterlibatan 10 anggota KUB Untia sebagai peserta utama, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam memperkuat kelembagaan kelompok dan meningkatkan kapasitas usaha nelayan secara berkelanjutan.



