lpkm@umi.ac.id Makassar, Sulawesi Selatan
LPkM UMI — Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Beranda / Berita / PKM Pengembangan Kapasitas Pengelola UKS dan Santriwati dalam Pengendalian Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Desa Batetangnga Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar

PKM Pengembangan Kapasitas Pengelola UKS dan Santriwati dalam Pengendalian Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Desa Batetangnga Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar

Tim Dosen Lintas Prodi Fakultas Universitas Muslim Indonesia yang terdiri dari Dr. Sitti Patimah SKM., M.Kes, dan Sitti Nurana, S.ST, M.Kes bersama Mahasiswa FKM UMI, telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) pada hari Sabtu 11 Oktober 2025 di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat, sebagai desa binaan Universitas Muslim Indonesia. PKM ini bertujuan untuk memperluas cakupan layanan kesehatan bagi seluruh warga pesantren tanpa kecuali, serta meningkatkan pengetahuan, motivasi, kesadaran dan ketrampilan bagi santriwati sebagai santri husada dan warga pondok pesantren pada umumnya dalam upaya pengendalian masalah gizi dan kesehatan khususnya pada remaja putri (santriwati) yang dianggap “jendela peluang” dalam mengatasi malnutrisi lintas generasi.

Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia sebagai penyandang dana, dan difasilitasi pelaksanaannya oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat UMI.

Kegiatan ini dilatari oleh tidak adanya akses dan layanan kesehatan yang affordable bagi santriwati yang berada di jalur non formal (tahfidz dan kajian kitab kuning) di lingkungan pesantren yang hanya memiliki UKS di setiap level madrasah, sehingga kami berinisiasi untuk memfasilitasi pembentukan pos kesehatan pesantren agar semua bisa tercover oleh layanan kesehatan di Pesantren yang akan dimediasi oleh petugas kesehatan dari puskesmas setempat, agar setiap warga pesantren dan lingkungan sekitarnya dapat mengkases layanan kesehatan sehingga mereka tidak menjadi bagian dari sumber masalah kesehatan masyarakat.

Dalam proses pengabdian ini, tim PKM memberikan sosialisasi tata kelola layanan kesehatan pesantren sebagai pengembangan dari UKS, dan mengedukasi para santriwati tentang remaja putri sebagai jendela peluang dalam mengatasi lingkaran malnutrisi antar generasi dan strategi pencegahan & penanganan anemia pada remaja putri sebagai salah bentuk masalah gizi yang banyak ditemukan dikalangan remaja putri. Di samping itu, tim PKM memberikan media edukasi dalam bentuk poster dan memberika alat pengukuran antropometrik sekaligus melatih para remaja putri untuk bisa mendeteksi masalah gizi melalui pengukuran antropometrik menggunakan alat yang dibagikan oleh TIM PKM UMI (timbangan digital, microtoise dan pita ukur Lingkar lengan Atas/LiLA.

Kegiatan tersebut disambut secara suka cita oleh pimpinan pondok, pihak puskesmas, kepala madarasah (Level SMP & SMA), guru pembina UKS dan pengurus UKS dari santriwati, warga pondok pesantren dan tentunya para remaja putri itu sendiri yang begitu antusias dalam mengikuti kegiatan PKM dengan harapan besar bahwa kegiatan ini membawa dampak positif ke depan terhadap perbaikan status gizi remaja putri dan status kesehatan masyarakat pondok pesantren dalam upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bagikan:
Baca Juga

Berita Terkait