
Sosialisasi dan Penerapan Teknologi Sederhana Filtrasi Air Untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Siswa di SD Negeri Rappojawa No.71 Makassar
Makassar, 10 November 2025 – Tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia (UMI), melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Sosialisasi dan Penerapan Teknologi Sederhana Filtrasi Air untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Siswa” di SD Negeri Rappojawa No.71 Makassar.
Kegiatan ini diikuti oleh 31 siswa kelas 5 SD, dengan didampingi oleh wali kelas Ibu Satriani, S.Pd., serta disambut hangat oleh Kepala Sekolah Drs. Batoto. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menanamkan kesadaran pentingnya air bersih sejak usia dini dan mengajarkan cara membuat alat filtrasi air sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah dijumpai di sekitar lingkungan rumah.
Dalam kegiatan sosialisasi, siswa diberikan penjelasan ringan dan interaktif mengenai bahaya air kotor bagi kesehatan, serta pentingnya menjaga kebersihan air untuk kehidupan sehari-hari. Setelah sesi pengenalan, siswa secara berkelompok diajak mempraktikkan pembuatan alat filtrasi air sederhana menggunakan bahan-bahan seperti botol plastik bekas, pasir malang, batu kerikil, arang aktif, dan kapas atau busa filter.
Setiap siswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka secara langsung menyusun lapisan filter dan mengamati perubahan warna air setelah melalui proses penyaringan. Kegiatan ini sekaligus mengajarkan konsep dasar sains dan teknologi ramah lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar.
Wali kelas 5, Ibu Satriani, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kegiatan edukatif tersebut.
“Anak-anak sangat senang karena belajar sambil praktik langsung. Mereka jadi tahu pentingnya air bersih dan bagaimana membuat alat sederhana yang bisa digunakan di rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Drs. Batoto juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar siswa mendapat ilmu baru yang bermanfaat, terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tutur beliau dalam sambutannya.
Tim pelaksana PKM menjelaskan bahwa teknologi filtrasi air sederhana tidak hanya berfungsi sebagai alat pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran kesehatan dan tanggung jawab lingkungan sejak usia sekolah dasar. Dengan pendekatan edukatif dan praktik langsung, siswa dapat memahami hubungan antara air bersih dan kesehatan tubuh.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan upaya kampus UMI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu teknik sipil dan ilmu kesehatan yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat.
Dari hasil kegiatan, diketahui bahwa para siswa mampu memahami cara kerja alat filtrasi air sederhana dan menyadari pentingnya menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen kecil perubahan di rumah dan lingkungan sekitarnya dalam menjaga kebersihan air.



