
TEKNIK APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DARI URIN SAPI DANBRANGKASAN TANAMAN LEGUM PADA TANAMAN JAGUNG DI DESACAMPAGAYA KABUPATEN TAKALAR
Desa Campagaya Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar merupakan salah satu daerah sentra pengembangan tanaman pangan dan hortikultura, termasuk di dalammnya tanaman jagung. Sebagian besar petani masih mengandalkan pupuk kimia sintetis seperti urea, SP-36 dan KCl. Pupuk anorganik ini jika digunakan terus menerus tanpa diimbangi dengan pupuk organik maka dapat menurunkan kesuburan tanah dalam jangka panjang.selain merusak tanah juga harganya seringkali mahal dan sulit didapatkan. Oleh karena itu Tim Pengabdi dari Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang Universitas Muslim Indonesia berupaya untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani dalam mengelola kesuburan tanah berbasis pupuk – pupuk organik cair yang berbahan baku urin sapi dan limbah tanaman legum dengan Teknik aplikasi yang tepat agar pertumbuhan dan produksi tanaman jagung dapat optimal tanpa penggunaan atau sedikit menggunakan pupuk anorganik sehingga pada akhirnya produktifitas lahan tetap terjaga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) UMI yang dilaksanakan oleh Prof. Dr. Ir. Edy, M.P., M.Pd, dan Prof. Dr. Ir. St. Sabahannur, MP (Dosen Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang) serta Mahasiswa Fakultas Pertanian Prodi Agroteknologi. Kegiatan ini bermitra dengan Kelompok Tani Talakaya dan dihadiri tidak hanya dari kelompk tani, tetapi juga Kelompok Wanita Tani (KWT) serta diikuti oleh Kepala Desa Campagaya.
Peserta sangat antusias mengikuti kegaiatan ini, karena selain kegiatan penyuluhan juga dilakukan kegiatan pelatihan yang dilanjutkan dengan demonstrasi plot Teknik aplikasi pupuk organic cair yang tepat, yang dimulai dari pencampuran POC dengan air dengan dosis yang tepat, kemudian memasukkan kedalam tangki hansprayer sampai dengan penyemprotan pada tanaman jagung. Dampak dari kegiatan ini adalah para petani sudah tahu dan dapat menyemprotkan POC secara tepat dan benar pada bagian tanaman. Selain itu penggunaan pupuk kimia sudah menurun, sehingga mengurangi biaya usahatani dan hasil tanaman jagung tetap stabil.




