
Tim PKM Dosen UMI Kembangkan Arus Promosi Wisata Sungai Tello Makassar Melalui Storytelling
Pada tanggal 02 Agustus 2026, Tim PKM Dosen UMI resmi menyelesaikan seluruh tahapan pengabdian yang diakhiri dengan kegiatan evaluasi dan serah terima aset kepada Ir. Muh. Ibrahim A. Azis, M.Si. selaku ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Program pengabdian ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui layanan aplikasi BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) dengan total dana Rp. 43.750.000 (Tahun ke-1).Pengabdian yang dimulai sejak tanggal 6 Juni 2026 dengan kegiatan sosialisasi, kini telah menghasilkan produk storytelling berupa konten media sosial berkualitas dan website resmi sebagai wadah informasi secara profesional.
Dr. Sitti Rahmawati, S.S., M.Pd. selaku ketua Tim PKM menegaskan peluang dan keunggulan pada penggunaan storytelling dalam mengembangkan arus promosi Wisata Sungai Tello. Storytelling tidak hanya mempromosikan, melainkan menanam dampak yang lebih besar.
“Promosi wisata bukan soal kuantitas wisatawan saja, namun bagaimana promosi dapat menenamkan nilai kearifan lokal pada setiap wisatawan, serta bagaimana dapat memberdayakan komunitas lokal,” ujarnya.
Peran Digital dalam Mengembangkan Wisata Sungai Tello
Isi dari dokumen serah terima aset adalah penyerahan lisensi akun Canva Bisnis, akun Filmora Pro, cetak brosur, dan website resmi Wisata Sungai Tello. Teknologi digital tersebut yang akan
menjadi sarana pengembangan Wisata Sungai Tello.
Storytelling tidak cukup jika hanya diceritakan, namun perlu dibungkus dengan menarik. Dengan kata lain, produk storytelling membutuhkan desain grafis. Oleh karena itu, pemanfaatan aplikasi Canva dan Filmora adalah langkah yang tepat.
Begitu pula pembuatan akun media sosial Instagram, TikTok, dan Youtube Wisata Sungai Tello. Ini menjadi langkah besar bagi Wisata Sungai Tello untuk menyebarluaskan kearifan lokal dan daya tarik mereka.“Saya yakin aset-aset ini dapat menjadi langkah baru yang lebih baik bagi Wisata Sungai Tello dan komunitas wisata setempat,” ujar Prof. Dr. Muhammad Yunus, S.S., M.Pd. selaku anggota Tim PKM.
Peningkatan Promosi dan Pemberdayaan Wisata Sungai Tello
Total ada 7 konten storytelling yang telah dibuat. Kemudian konten-konten tersebut mulai diunggah pada tanggal 25 Juli 2026, dimulai dari konten video, foto, hingga brosur storytelling.
Sekitar 5 hari setelah diunggah, ketujuh konten berhasil mendapatkan reaksi positif dari para pengguna internet. Didapatkan total 1.500 views, 110 likes, 7 comments, dan 15 share pada seluruh akun media sosial Wisata Sungai Tello (Instagram, TikTok, Youtube).
Reaksi positif tersebut menandakan adanya kesempatan besar bagi Wisata Sungai Tello untuk dikenal lebih luas oleh masyarakat. Juga sebagai tanda peningkatan keterampilan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ikut mengelola Wisata Sungai Tello.
Tetapi Dr. Abdul Majid, S.Sos., M.Si. mengatakan bahwa itu bukanlah hasil akhir. Oleh karena itu, diadakan kegiatan evaluasi guna menentukan bagaimana langkah berikutnya dalam mengembangkan Wisata Sungai Tello setelah pengabdian selesai.
“Hasil ini bukanlah hasil akhir. Promosi wisata harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar Wisata Sungai Tello ini terus diingat sebagai kebanggaan kota Makassar,” ujarnya.
Tetapi Dr. Abdul Majid, S.Sos., M.Si. mengatakan bahwa itu bukanlah hasil akhir. Oleh karena itu, diadakan kegiatan evaluasi guna menentukan bagaimana langkah berikutnya dalam mengembangkan Wisata Sungai Tello setelah pengabdian selesai.
“Hasil ini bukanlah hasil akhir. Promosi wisata harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar Wisata Sungai Tello ini terus diingat sebagai kebanggaan kota Makassar,” ujarnya.



