
UMI Mengabdi: Inovasi Pengolahan Ampas Kelapa untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Desa Bontolangkasa Gowa
Dosen UMI mengambil langkah inovatif untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa Bontolangkasa Gowa, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengadakan pelatihan pengolahan limbah ampas kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi di Desa Bontolangkasa, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini menargetkan Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat dan bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Mandiri Masyarakat Desa Bontolangkasa Melalui Pembinaan Kelompok PKK dengan Pelatihan Pengolahan Kelapa Terintegrasi dan Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa,” acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Bontolangkasa Utara, Muh. Ridwan, yang menyambut baik inisiatif tim PKM UMI. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal bagi kerja sama yang berkelanjutan antara universitas dan desa.
Tim PKM UMI, yang terdiri dari ahli lintas disiplin ilmu, tidak hanya memberikan pelatihan tetapi juga menghibahkan mesin parut kelapa terintegrasi dan mesin penepung ampas kelapa kepada PKK Bontolangkasa. Pelatihan ini dipandu oleh Mahmuddin, yang berhasil memotivasi para ibu untuk memanfaatkan potensi limbah ampas kelapa.
Ketua Tim PKM UMI, Gusnawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari hasil observasi yang menunjukkan potensi besar limbah ampas kelapa untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Tepung ampas kelapa, misalnya, memiliki kandungan gizi yang tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan dasar produk UMKM.
Dengan kegiatan ini, tim PKM UMI berharap dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bontolangkasa dan membuka peluang baru bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa tersebut.
Kegiatan PKM ini didukung penuh oleh Hibah PKM DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2025.



