
Upaya Memandirikan Masyarakat dalam Deteksi & Penanganan Balita Berisiko Stunting
Tim Dosen Lintas Fakultas Universitas Muslim Indonesia yang terdiri dari Dr. Sitti Patimah SKM., M.Kes, Dr. Suchi Avnalurini Sharief., S.Si.T., SKM., M.Keb, Dr. H. Nukman, MA, dan Mahasiswa FKM UMI, telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) pada hari Kamis 26 September 2024 di Desa Batetangnga, Kec.Binuang Kab.Polman Provinsi Sulawesi Barat sebagai desa binaan Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia sebagai penyandang dana, dan difasilitasi pelaksanaannya oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat UMI.
Pengabdian masyarakat diimplementasikan dalam bentuk: (1) penyuluhan tentang pertumbuhan dan cara mendeteksi anak berisiko stunting serta upaya pencegahan dan penanganan balita berisiko stunting berbasis masyarakat sebagai bentuk kesholehan/tanggung jawab sosial dan amal jariah; (2) sosialisasi 25 jenis Keterampilan Dasar Kader Kesehatan; (3) pelatihan tentang pengukuran antropometrik secara tepat agar terhindar dari bias. Selain itu, Tim Pengabdi membagikan sejumlah alat pengukuran antropometrik (timbangan digital, microtoice, dan Pita LiLa) serta media edukasi dalam bentuk poster & leaflet kepada pemerintah Desa Batetangnga untuk diberikan secara langsung kepada ibu balita, ibu hamil. kader posyandu dan guru PAUD/TK, dan kepala dusun, dalam upaya mendukung skrining pertumbuhan anak di Posyandu dan PAUD/TK, dan skrining bagi ibu hamil agar tidak melahirkan bayi yang berisiko stunting. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mendeteksi dan menangani balita berisiko stunting, agar sejak dalam kandungan anak terhindar dari risiko stunting, sehingga akhirnya stunting dapat terkendali di lokasi pengabdian ini.
Kegiatan tersebut disambut secara suka cita oleh kepala desa, sekretaris desa, dan peserta yang terdiri atas para kepala dusun, kader posyandu, guru PAUD dan TK, ibu hamil dan ibu balita, dan bidan desa. Hasil kegiatan PKM tersebut diharapkan membawa dampak positif ke depan terhadap perbaikan status gizi anak dalam upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.




