
من بوسياندو من أجل جيل صحي: فريق خدمة المجتمع في UMI يعزز الكوادر والأسر لمنع التقزم
Gowa — Upaya memperkuat pencegahan stunting berbasis masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, kader Posyandu, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah. Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kegiatan edukasi dan health coaching bagi kader Posyandu dan masyarakat di Posyandu Desa Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, pada 10 Agustus 2024.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Nur Ilah Padhila, Ernasari, dan Ahmad Martani tersebut dihadiri oleh kader Posyandu, masyarakat, pihak Puskesmas, serta unsur pemerintahan setempat. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung upaya pencegahan stunting, khususnya melalui edukasi kesehatan, pemantauan pertumbuhan, serta pendampingan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, kader dan masyarakat tidak hanya mendapatkan materi edukasi mengenai stunting, tetapi juga terlibat secara langsung dalam kegiatan pengukuran pertumbuhan balita, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Praktik tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan kader dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu serta mengenali kondisi yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Nur Ilah Padhila, Ernasari, dan Ahmad Martani tersebut dihadiri oleh kader Posyandu, masyarakat, pihak Puskesmas, serta unsur pemerintahan setempat. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung upaya pencegahan stunting, khususnya melalui edukasi kesehatan, pemantauan pertumbuhan, serta pendampingan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, kader dan masyarakat tidak hanya mendapatkan materi edukasi mengenai stunting, tetapi juga terlibat secara langsung dalam kegiatan pengukuran pertumbuhan balita, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Praktik tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan kader dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu serta mengenali kondisi yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut.
Pendekatan health coaching menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Melalui pendekatan tersebut, kader didorong untuk membangun komunikasi yang baik dengan keluarga, menggali permasalahan yang dihadapi, membantu keluarga menetapkan tujuan kesehatan, serta mendorong langkah nyata yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Dengan demikian, pencegahan stunting diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi berkembang menjadi proses pendampingan dan perubahan perilaku di tingkat keluarga.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan Puskesmas dan pemerintah setempat bersama kader serta masyarakat menjadi kekuatan dalam membangun upaya pencegahan stunting yang lebih berkelanjutan. Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu titik layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat sekaligus ruang untuk edukasi, pemantauan pertumbuhan, deteksi dini, dan pendampingan keluarga.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan Puskesmas dan pemerintah setempat bersama kader serta masyarakat menjadi kekuatan dalam membangun upaya pencegahan stunting yang lebih berkelanjutan. Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu titik layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat sekaligus ruang untuk edukasi, pemantauan pertumbuhan, deteksi dini, dan pendampingan keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Pengabdian UMI berharap kapasitas kader dan kesadaran keluarga semakin kuat sehingga Posyandu dapat berperan secara optimal dalam mendukung tumbuh kembang anak. Penguatan kader diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun keluarga yang lebih sadar terhadap pentingnya pemantauan pertumbuhan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pencegahan stunting sejak dini.
“Dari Posyandu untuk Generasi Sehat” menjadi semangat bersama bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, dilakukan secara konsisten, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Kolaborasi perguruan tinggi, kader, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.
“Dari Posyandu untuk Generasi Sehat” menjadi semangat bersama bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, dilakukan secara konsisten, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Kolaborasi perguruan tinggi, kader, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.



