lpkm@umi.ac.id Makassar, Sulawesi Selatan
LPkM UMI — Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Beranda / Berita / Wujudkan Kemandirian Desa, Tim PKM DPPM Dikti Latih Karang Taruna Bonto Kanang Atasi Jalan Rusak dan Masalah Kesehatan
Wujudkan Kemandirian Desa, Tim PKM DPPM Dikti Latih Karang Taruna Bonto Kanang Atasi Jalan Rusak dan Masalah Kesehatan

Wujudkan Kemandirian Desa, Tim PKM DPPM Dikti Latih Karang Taruna Bonto Kanang Atasi Jalan Rusak dan Masalah Kesehatan

TAKALAR — Masalah infrastruktur jalan rusak di kawasan perdesaan kerap kali dibiarkan berlarut-larut hingga menunggu turunnya bantuan dari pemerintah daerah. Padahal, kondisi tersebut membawa dampak buruk bagi mobilitas ekonomi dan kesehatan warga. Mengubah paradigma tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) DPPM Dikti T.A. 2026 hadir memberikan solusi aplikatif di Desa Bonto Kanang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten
Takalar.
Melalui program bertajuk "Pemberdayaan Karang Taruna dalam Penanggulangan Kerusakan Jalan dan Dampak Kesehatan Masyarakat Desa Bonto Kanang", akademisi perguruan tinggi turun langsung membekali para pemuda desa dengan keterampilan teknis dan wawasan kesehatan lingkungan. Kegiatan ini berlangsung intensif selama periode Juli hingga Agustus 2026.
Ketua Tim PKM, Ir. Hamdan Kadir, ST., MT., menjelaskan bahwa pemuda adalah kunci penggerak kemandirian desa. Oleh karena itu, sasaran utama program ini adalah anggota Karang Taruna Bumi Insan Cita Desa Bonto Kanang.
"Kami tidak ingin sekadar memperbaiki jalan lalu pulang. Kami ingin warga, khususnya pemuda, punya kemandirian. Bersama Ir. Ahmad Jihad, ST., MT. dan dua mahasiswa kami, Muhammad Adnan Firdaus serta Muhammad Ikhlasul Ihsan ZA, kami melatih Karang Taruna untuk menambal jalan berlubang menggunakan mesin stamper dan material aspal Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA)," papar Ir. Hamdan.
Teknologi aspal CPHMA dipilih karena sifatnya yang praktis (aspal dingin) dan siap pakai tanpa memerlukan alat berat pemanas aspal, sehingga sangat ideal untuk pemeliharaan jalan skala desa yang dilakukan secara swadaya.
Di sisi lain, perbaikan infrastruktur ini tidak bisa dilepaskan dari isu kesehatan. Jalanan berlubang dan berdebu pada musim kemarau menjadi biang keladi meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Untuk itu, program ini juga menggandeng pakar kesehatan dr. Nanang Zulkarnaen, M. HPE. Beliau memberikan edukasi komprehensif kepada masyarakat terkait mitigasi risiko kesehatan akibat debu jalanan, pentingnya sanitasi lingkungan, dan pencegahan penyakit menular.
"Kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kondisi lingkungannya. Jalan yang mulus dan bebas debu secara langsung akan menurunkan kurva penyakit pernapasan di tingkat desa," tegas dr. Nanang dalam salah satu sesi penyuluhannya.
Kehadiran tim PKM DPPM Dikti ini disambut hangat oleh otoritas desa setempat. Kepala Desa Bonto Kanang, Muhammad Setiawan, S.M., NLP, memuji langkah taktis para akademisi tersebut. "Ini adalah ilmu yang mahal dan sangat bermanfaat. Karang Taruna kami kini tidak hanya kritis melihat masalah, tetapi juga dibekali alat dan keahlian untuk langsung turun tangan menyelesaikannya," ujarnya.
Ketua Karang Taruna Bumi Insan Cita, Abdul Mujahid, mengaku bangga komunitasnya dilibatkan penuh dalam proyek sosial ini. "Dulu kalau ada jalan rusak, kami bingung harus bertindak apa selain melapor. Sekarang, berkat bimbingan tim dosen dan mahasiswa, kami tahu cara menggunakan stamper dan mengaplikasikan aspal CPHMA. Kami siap menjaga infrastruktur desa kami sendiri," kata Mujahid penuh semangat.
Melalui langkah nyata ini, Desa Bonto Kanang diharapkan mampu bertransformasi menjadi desa mandiri yang sigap dalam merawat infrastruktur, sekaligus memiliki masyarakat dengan tingkat kesadaran kesehatan lingkungan yang tinggi.
Bagikan:
Baca Juga

Berita Terkait