Tim PkM Dosen UMI Latih Masyarakat Pesisir Desa Sanrobone Cara Pembuatan Kompos

Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Universitas Muslim Indonesia yang terdiri dari Dr. Asbar, M.Si selaku ketua Tim  didampingi Dr. Ir. Abdullah selaku Anggota bersama dua orang dosen Dr.Ir.Ilmiah M.Si dan Dr.Ir Hamsiah,M.Si. dan mahasiswa melatih kelompok masyarakat nelayan cara mengelolah sampah organik menjadi kompos yang lebih bermanfaat sebagai penyubur tanaman dan pengurangan sampah organik di lingkungannya. Kelompok masyarakat yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah kelompok nelayan Tamajannang Lama 1 di Desa Banyuara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.

 

Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari bahan organik yang kaya akan unsur hara sehingga dapat digunakan sebagai penyubur tanah dan tanaman. Kompos dihasilkan dari pengolahan sampah organik, baik basah maupun kering, melalui proses fermentasi dengan melibatkan mikroorganisme seperti bakteri dan fungi yang dapat menguraikan bahan organik menjadi humus. Dalam kegiatan pelatihan ini, Tim PkM UMI menggunakan EM4 sebagai biang bakteri dan fungi untuk pengomposan sampah organik.  Pupuk kompos ini lebih sehat dan ramah terhadap lingkungan. EM4 tersedia di toko-toko pertanian dan dapat terjangkau oleh masyarakat nelayan.

Pada Kamis(14/11) Tim dosen dan mahasiswa PkM  dari Universitas Muslim Indonesia  memberikan sosialisasi  dan pelatihan pembuatan pupuk kompos organik secara sederhana dengan bahan dasar limbah tanaman mangrove dan tanaman lainnya di Desa Banyuara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, dan diikuti kurang lebih 20 orang.

Tim Dosen dan Mahasiswa PKM Universitas Muslim Indonesia Makassar(UMI) mendemonstrasikan pembuatan kompos secara langsung dengan pelibatan  masyarakat nelayan di Desa Banyuara, Kecamatan Sanrobone Takalar, Kamis (14/11). Harapannya masyarakat dapat memahami dan melakukan sendiri setelah diberikan pelatihan. Kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat nelayan  untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sehat dan bersih.

Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan tersebut mendapatkan perhatian positif dan menunjukkan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat nelayan dan tokoh masyarakat di Desa Banyuara, Kecamatan Sanrobone. Para peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan limbah organic, daun mangrove dan sampah organic lainnya,  yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk kompos. Selain itu, masyarakat nelayan juga mendapatkan keterampilan praktis, karena dilibatkan secara langsung  dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos.

Proses pembuatan kompos yang diperkenalkan adalah yang muda dilakukan oleh masyarakat nelayan dan tidak membutuhkan biaya yang besar. Untuk pembuatan pupuk kompos berbahan dasar limbah organic dari tanaman mangrove ini menggunakan 50 kg daun mangrove yang dikumpulkan oleh masyarakat, lalu ditambahkan dedak padi sebanyak 10%, dan dicampur merata. Campuran cacahan daun mangrove dan dedak padi dibasahkan dengan bahan  activator. Bahan activator EM4 diaktifkan dengan cara  100 ml EM4 dan 200 gram gula pasir dilarutkan secara Bersama dalam 1000 ml air, demikian penjelasan anggota Tim Dr. Ir. Abdullah, M.Si. Setelah proses pencampuran bahan dan pemberian activator dilakukan, maka selanjutnya dimasukkan ke dalam drum fermentasi dan ditutup rapat. Selama proses fermetasi bahan kompos dalam drum harus senantiasa dilakukan pembalikan atau pengadukan setiap pekan sekali selama 1 bulan dan kompos telah matang siap untuk dipanen.

Masyarakat nelayan merasa puas dan memperoleh pengetahuan dengan adanya program pelatihan pembuatan pupuk kompos ini oleh dosen dan mahasiswa PkM UMI. H. Muhammad Basir, S.Sos, selaku ketua kelompok nelayan Tamajannan 1 yang menjadi peserta pelatihan, mengungkapkan dengan adanya pelatihan pembuatan pupuk kompos ini akan memberikan kesadaran warga untuk mengelolaah sampah organik disekitarnya agar lebih bermanfaat.  Ditambahkan oleh H. M. Basir bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat berkesinambungan, karena sangat  sangat bermanfaat bagi warga masyarakat, pungkasnya saat di wawancara.

Pelaksanaan pelatihan ini turut melibatkan mitra dari kelompok nelayan/petani tambak Tamajannan 1 di Desa Banyuara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar yang diketuai oleh H. Muh. Baris, S.Sos, penyuluh perikanan Kab. Takalar ibu Hasmawati, S.Pi dan kepala Dusun Tamajennang Muh. Rusli Dg Nompo, serta seluruh angguta kelompok setempat.

Previous FIKOM meningkatkan Literasi Bahasa Inggris Melalui Pemanfaatan Teknologi di SMA Negeri 1 Kepulauan Selayar
Next Dosen Farmasi UMI Berinovasi Mencegah Stunting dengan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Permen Jelly dari Serbuk Daun Kelor

About author

You might also like

Informasi

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UMI memberikan Pelatihan “Publik Speaking” pada Anggota Karang Taruna Bukit Kemuning Desa Pucak, Kec. Tompobulu Kab. Maros

Anggota Karang Taruna Desa Pucak diberikan Pelatihan Publik Speaking. Guna mendorong keberanian anggota Karang Taruna untuk tampil didepan public, antara lain menjadi Mater of Ceremony (MC), Pendamping Tamu (Guide), Memperkenalkan

Informasi

Dosen Fakultas Farmasi UMI bersama Kelompok Pkk Desa Borisallo Kabupaten Gowa melakukan kegiatan Pelatihan Pembuatan Lilin Anti nyamuk Dari Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus L)

Tim Dosen Fakultas Farmasi UMI yang diketuai oleh Dr. apt. Audia Triani Olii S.Farm., M.Si dengan anggota apt. Mumtihanah Mursyid, S.Farm., M.Si, bersama beberapa mahasiswa profesi apoteker Fakultas Farmasi UMI

Informasi

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI KRIPIK KELAPA MUDA (COCOS NUCIFERAL) SEBAGAI INOVASI PENINGKATAN NILAI TAMBAH PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT , SELANGOR, MALAYSIA.

Makassar, 27 Agustus 2025 — Dalam rangka pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melaksanakan kegiatan pengabdian internal bertajuk “Pengembangan Teknologi Proses