Dosen Farmasi UMI Berinovasi Mencegah Stunting dengan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Permen Jelly dari Serbuk Daun Kelor
Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali turun langsung ke masyarakat dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berlangsung pada Rabu, 23 Oktober 2024.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen UMI untuk berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui bidang farmasi dan kesehatan. Pengabdian semacam ini terus dilakukan sebagai salah satu upaya nyata dalam mendekatkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat luas.
Kali ini, lokasi pengabdian yang dipilih adalah Desa Pitusunggu, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Pitusunggu Kecamatan Ma’rang Pangkep Melalui Pembuatan Permen Jelly dari Serbuk Daun Kelor untuk Mengatasi Stunting pada Anak-Anak.”
Melalui tema ini, dosen Fakultas Farmasi UMI berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK dalam memanfaatkan potensi lokal, seperti daun kelor, yang kaya akan nutrisi. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung pencegahan stunting di kalangan anak-anak, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat melalui produk bernilai tambah.
Adapun tim pengabdi dalam kegiatan ini adalah dosen Fakultas Farmasi diantaranya Dr. apt. Mirawati, apt. Nurlina dan apt. Hendra Herman dan dibantu oleh 3 dosen lainnya yaitu Nasrul Haq, Nurul Ilmi dan apt. Aztriana serta 4 mahasiswa Fakultas Farmasi UMI. Kegiatan tersebut di hadiri oleh masyarakat Desa Pitusunggu dan juga perangkat desa, dimana masyarakat menyambut hangat kegiatan tersebut.
Metode yang digunakan dalam pengabdian kali ini meliputi penyuluhan yang dilanjutkan dengan pelatihan langsung kepada masyarakat mengenai cara pembuatan permen jelly dari serbuk daun kelor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada peserta. Sebagai penutup, diadakan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dengan sangat interaktif, menunjukkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta pengabdian.
Tema kegiatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa sebagian masyarakat masih memiliki pemahaman yang kurang tepat tentang stunting. Banyak yang belum menyadari bahwa stunting merupakan masalah serius, dan sebagian besar bahkan menganggapnya sebagai akibat dari faktor keturunan, bukan karena pola asuh atau asupan gizi yang kurang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar memahami penyebab sebenarnya dan pentingnya pencegahan stunting pada anak-anak.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta partisipasi masyarakat dalam program pencegahan stunting dengan memanfaatkan tanaman berkhasiat di sekitar kita, seperti daun kelor, yang melimpah di Desa Pitusunggu. Daun kelor memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk pertumbuhan anak. Namun, seringkali sulit diberikan kepada anak-anak karena mereka cenderung menolak makan sayuran. Oleh karena itu, dengan mengolahnya menjadi permen jelly dari serbuk daun kelor, kami berharap ini menjadi solusi yang lebih menarik dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak,” ujar Dr. apt. Mirawati, M.Si., Ketua Tim Pengabdi Fakultas Farmasi.
Para peserta pengabdian mengungkapkan bahwa pengetahuan mereka tentang bahaya stunting meningkat setelah mengikuti kegiatan ini. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu yang diberikan, terutama terkait cara memanfaatkan daun kelor menjadi permen jelly. Produk ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak-anak di desa tersebut, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomis bagi masyarakat. Peserta berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diadakan di Desa Pitusunggu di masa mendatang.
About author
You might also like
PKM Kelompok PKK MelaluiInovasi Diversifikasi Produk Olahan Daun Sirsak Mewujudkan Kemandirian Keluarga Sehat danProduktif
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia dan STIEM Bongaya melaksanakan pengabdin kepada masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “PKM Kelompok PKK
Penerapan Bumbu Kuliner Sebagai Pengatur Pertumbuhan (ZPT) dalam Budidaya Benih Tanaman Hortikultura Diantara Kolektif Petani Seruni di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros
Pelaksanaan PKM Internal UMI dengan mengusung tema tentang Pemanfaatan Bumbu Dapur sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dalam Pembuatan Bibit Tanaman Hortikulturan pada Kelompok Tani Seruni di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu,
TEKNOLOGI BUDIDAYA KEPITING BERTELUR
PANGKEP — Universitas Muslim Indonesia (UMI), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tim dosen dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI

