Dosen UMI Mengabdi Melalui “Edukasi Bencana Longsor kepada Siswa SMK Geologi Pertambangan”

Bencana longsor merupakan salah satu bahaya yang senantiasa mengintai kehidupan masyarakat, baik di tepi jalan raya ataupun pemukiman pada tepi lereng sehingga bencana ini sangat penting diidenfikasi dan dicegah sehingga dapat mengurangi atau menghindarkan timbulnya korban. Pada bidang pertambangan, bencana longsor atau secara umum disebut sebagai ketidakstabilan material sehingga menimbulkan gerakan tanah dan atau batuan pada suatu lokasi. Jika terjadi, tanah longsor akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan karena dapat merusak peralatan, menghambat aktivitas produksi, merusak lingkungan, bahkan lebih fatal lagi jika ada korban jiwa.

Pengetahuan mengenai potensi bencana ini sangat penting sebagai upaya mitigasi terhadap potensi tersebut sehingga edukasi harus dilakukan di tengah masyarakat. Olehnya itu, maka dosen  dari Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesa saling berkolaborasi dalam mengedukasi Siswa-siswi Jurusan Geologi Pertambangan, SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar. Tim dosen  terdiri dari tiga orang yang berasal dari dua program studi yang berbeda, yakni Ir. Abdul Salam Munir, S.T., M.T., dan Ir. Muhamad Hardin Wakila, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI yang mengedukasi mengenai kondisi geoteknik dan identifikasi batuan, dan Dr. Ir. Nurul Chairany, S.T., M.T., IPM., dari Porgram Studi Teknik Industri UMI yang mengedukasi mengenai manajemen dan penyediaan alat pengujian.

Kegiatan ini diadakan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM), Universitas Muslim Indonesia pada Rabu & Kamis (23-24 Oktober 2024) di Aula Reso Temmapettu, SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar, Jl. Sanrangan No. 24 B Makassar, yang diikuti oleh 28 siswa-siswi Jurusan Geologi Pertambangan dengan judul kegiatan “Pelatihan Uji Sifat Fisik Batuan untuk Pemodelan Kelongsoran Lereng bagi Siswa Jurusan Geologi Pertambangan SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar”.

Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai dasar-dasar bencana tanah longsor, faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng, pemicu dan pemacu longsoran, tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor, dan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari tanah longsor. Peserta pelatihan sangat antusias dalam menerima materi sehingga pemahaman mereka mengenai bencana longsor bertambah, bahkan mendapatkan insight baru seperti tiga pengontrol utama kestabilan lereng, yakni: kemiringan lereng, kondisi batuan, dan kondisi hidrologi. Setiap pengontrol tersebut dijelaskan secara detail sehingga peserta bukan hanya mengetahui tetapi paham hingga dapat melakukan mitigasi bencana longsor melalui tindakan yang dapat dilakukan dalam mencegah terjadinya tanah longsor.

Setelah pemberian materi, peserta selanjutnya melalukan eksperimen dengan menguji sifat fisik dari lima jenis batuan yang disiapkan menggunakan peralatan dan bahan sederhana, seperti timbangan, gelas ukur, tali, dan air yang semua peralatan tersebut difasilitasi oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM), Universitas Muslim Indonesia. Pengujian sifat fisik bekerja sama dengan Laboratorium Mekanika Batuan FTI UMI sehingga pada pelatihan ini dibantu oleh beberapa asisten laboratorium Mekanika Batuan FTI UMI yang bertindak sebagai instruktur pelatihan. Sifat fisik batuan merupakan salah satu faktor pengontrol utama kestabilan lereng yang masuk dalam kategori kondisi batuan. Nilai sifat fisik batuan ini nantinya akan digunakan dalam pelatihan lanjutan, yakni pemodelan kelongsoran lereng menggunakan program rocscience sehingga peserta dapat menilai dan memperkirakan potensi kelongsoran yang terjadi pada suatu lereng. Kegiatan ini diakhiri dengan pemutaran video edukasi bencana longsor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pengabdian ini sangat didukung penuh oleh sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Marlina Baso, S.T, S.Pd., berpesan agar kegiatan-kegiatan seperti ini terus dilakukan oleh perguruan tinggi untuk mendekatkan kampus dengan masyarakat, khususnya pada edukasi-edukasi bidang geologi pertambangan yang masih terbatas sumber daya manusianya. Tridharma perguruan tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian dapat menjadi sarana yang sangat baik dalam menyebarkan kebermanfaatan bagi negeri tercinta, khususnya dalam mewujudkan kemandirian dan kemajuan bangsa dalam bidang geologi pertambangan.

Previous Dosen Universitas Muslim Indonesia Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Tonasa untuk Inovasi Colagen berbasis Nabati untuk Elastisitas Kulit Perineum sebagai Upaya Menurunkan perdarahan Persalinan
Next Pemanfaatan Pepaya Muda menjadi Produk Olahan “Keripik Buah” di Dusun Alerang, Desa Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa

About author

You might also like

Berita

Tim Dosen LPkM UMI Fakultas Farmasi membuat Cookies Sehat “KEPO” (Kelor Porang) Sebagai Peningkat Imunitas Tubuh

Tim pendidik pengabdian masyarakat dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang terdiri dari dosen Fakultas Farmasi menyelenggarakan lokakarya bagi ibu rumah tangga dan kader PKK di Desa

Berita

DETEKSI DINI DAN INOVASI PANGAN SEHAT CEGAH HIPERTENSI BAGI KOMUNITAS PEREMPUAN FATAYAT NU DI MALAYSIA

LPkM Universitas Muslim Indonesia menegaskan komitmen UMI menuju world class university melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) international. Bersama Tim, salah satu dosen FKM (Fakuktas Kesehatan Masyarakat) UMI, Nurul

Informasi

UMI dan UNHAS Latih Karang Taruna Pattappa, Hibahkan Alat Inovatif Potongdan Poles Batuan

Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pattappa, Kabupaten Barru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan Karang Taruna sekaligus mendukung masyarakat