Edukasi dan Pelatihan Deteksi Mikroba, Pestisida, dan Bahan Kimia Berbahaya dalam Produk Pangan
LPKM Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat. Pada kesempatan kali ini, LPKM UMI memberikan amanah kepada dua dosen berpengalaman, yaitu Ibu Ulfah Sulaeman, SKM., M.Kes dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UMI) dan Bapak Dr. Abdul Muhdi Ardiansar AK, Sp.PD dari Fakultas Kedokteran UMI, untuk melaksanakan kegiatan edukatif dalam bentuk pelatihan bagi kelompok ibu PKK Desa Borisallo.
Pelatihan tersebut mengusung tema “Deteksi Mikroba, Pestisida, dan Bahan Kimia Berbahaya pada Pangan”, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap potensi bahaya kontaminasi dalam makanan sehari-hari. Tema ini dipilih berdasarkan tingginya risiko paparan bahan berbahaya akibat penggunaan pestisida berlebih serta penanganan makanan yang kurang higienis.
Dalam sambutannya, tim pengabdian menjelaskan bahwa masyarakat perlu dibekali kemampuan dasar untuk mengenali tanda-tanda pangan yang tidak aman. Hal ini penting mengingat banyak bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat, seperti sayur, buah, dan produk olahan, kerap terpapar mikroorganisme atau residu kimia tanpa disadari.
Para peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga mendapatkan materi mengenai jenis-jenis mikroorganisme berbahaya yang sering mencemari makanan, seperti bakteri patogen dan jamur penghasil toksin. Penjelasan diberikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Selain itu, materi mengenai residu pestisida ikut disampaikan. Peserta diberi gambaran mengenai bagaimana pestisida dapat tertinggal pada permukaan bahan makanan, serta dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkannya bagi kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah kronis yang lebih serius.
Pelatihan juga membahas berbagai bahan kimia berbahaya lain yang mungkin terdapat pada makanan, seperti pewarna tekstil, pengawet ilegal, hingga boraks. Edukasi ini dianggap penting agar masyarakat lebih waspada dalam memilih produk pangan yang beredar di pasaran.
Sesi berikutnya berfokus pada praktik penggunaan alat uji sederhana untuk mendeteksi keberadaan kontaminan pada makanan. Para instruktur menunjukkan cara pengoperasian alat tersebut, kemudian mengajak peserta mencoba secara langsung menggunakan sampel bahan pangan yang telah disiapkan.
Antusiasme peserta terlihat jelas ketika mereka dengan penuh semangat melakukan pengujian pada sayur, buah, dan bahan makanan lain. Banyak peserta terkejut melihat hasil uji yang menunjukkan adanya potensi kontaminasi pada beberapa sampel, sehingga meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menguji produk sebelum dikonsumsi.
Selain materi mengenai keamanan pangan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan dasar bagi anggota PKK. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta konsultasi kesehatan singkat bersama tim medis. Sesi ini disambut baik oleh peserta yang ingin mengetahui kondisi kesehatan mereka.
Menurut panitia, pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bentuk dukungan komprehensif terhadap upaya mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, tidak hanya melalui pengendalian risiko pangan tetapi juga melalui pemantauan kondisi kesehatan secara rutin. Di sela kegiatan, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Banyak peserta mengajukan pertanyaan seputar keamanan sayur yang dibeli di pasar, cara mencuci bahan makanan yang baik, hingga metode penyimpanan yang tepat agar tidak mudah terkontaminasi.
Untuk membantu masyarakat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, penyelenggara membagikan berbagai perlengkapan pendukung, di antaranya masker, sarung tangan, serta alat uji sederhana seperti pH photometer yang dapat digunakan untuk deteksi dini bahan pangan. Pembagian perlengkapan tersebut diharapkan dapat mempermudah peserta dalam melakukan pengawasan mandiri di rumah masing-masing. Hal ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam membangun budaya sadar keamanan pangan di tingkat keluarga.
Di akhir kegiatan, pihak LPKM UMI menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat menjadi awal dari gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan meningkatnya pengetahuan, masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko kesehatan akibat bahan berbahaya dalam pangan.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan apresiasi kepada pemateri dan peserta. Pemerintah desa menyampaikan ucapan terima kasih kepada UMI yang telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, UMI kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di desa-desa lainnya, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya.
About author
You might also like
LPkM UMI Melalui Dosen FKM UMI Mengadakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat PKM Diversifikasi Produk Udang Tambak: Strategi Cerdas Peningkatan Gizi dengan Protein Hewani Pada Anak Sdn 013 Padang Lampe Kabupaten Pangkep
Rabu, 11 September 2024 sekelompok dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema PKM Diversifikasi Produk Udang Tambak: Strategi Cerdas Peningkatan Gizi dengan
Inovasi UMI: Gummy Candy dari Tanaman Lokal untuk Cegah Stunting
Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui tim pengabdian masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) berhasil menghadirkan inovasi unik dalam upaya pencegahan stunting. Dengan memanfaatkan tanaman lokal, tim UMI
Dosen UMI Dorong 30 Siswa OSIM MTS & MA An Nashar Timor-Timur Makassar Menjadi Generasi Jurnalistik
Anggota Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dari MTS dan MA An Nashar Timor-Timur Makassar berjumlah 30 siswa sebagai pilihan mengikuti Pelatihan Penulisan Berita dan Fotografi Jurnalistik yang diselenggarakan di Aula

