UMI dan UNIMERZ Kolaborasi Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Pucak

LPkM-UMI, Makassar – Tim Pengabdi Universitas Muslim Indonesia (UMI) berkolaborasi dengan dosen Pengabdi Universitas Megarezky melakukan Pemberdayaan Desa Binaaan (PDB) dalam bentuk edukasi Kesehatan Ibu dan Anak di salah satu desa binaan, yakni Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilaksanakan selama 4 hari, mulai 22-25 Juli 2023.

Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas bagi Kelompok Kader Kesehatan dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning untuk menjadikan Desa Pucak menjadi “Desa Sehat Sentra Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak Berbasis Integrasi Sistem Teknologi Virtual dan Diverifikasi Produk Olahan Daun Kelor”.

Tim Pengabdi dari UMI yang hadir antara lain, Dr. Yusriani, SKM., M.Kes, (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat), Dr. Ir. Ida Rosada, M.Si (Dosen Fakultas Pertanian), Dr. dr. H. Muh. KhidriAlwi, M.Kes (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat), serta Dr. Rika Handayani, SKM., M.Kes (Dosen Universitas Megarezky).

Kegiatan ini juga turut dihadirdan dosen ahli bidang ilmu komputer, Ir. Syahrul Mubarak Abdullah, M.Kom, yang berkolaborasi dengan alumni dan mahasiswa dari Program Sarjana KesehatanMasyarakat, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat dan mahasiswa Sarjana Ilmu Komputer UMI.

Tim kedua universitas ini menjalin kemitraan dengan Kelompok Kader Kesehatan yang diketuai Saharia dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning yang diketuai Fathurrahm.

Dr.Yusriani, SKM.,M.Kes, selaku ketua tim pengabdi mengatakan, kegiatan PDB ini mendapatkan bantuan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2023.

Kegiatan PDB, kata dia, juga telah disosialisasikan kepada pemerintah serta masyarakat Kelompok Kader Kesehatan dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning dan mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat DesaPucak.

Terdata ada 40 orang masyarakat yang merupakan anggota Kelompok Kader Kesehatan dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning, hadir sebagai peserta.

“Jadi program ini merupakan kegiatan perdana yang kita harapkan bersama dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Desa Pucak, khususnya dalam mencegah dan menaggulangi kasus stunting,” kata Dr.Yusriani, SKM.,M.Kes.

Lebih jauh, Dr.Yusriani, SKM.,M.Kes mengatakan, bahwa pada hari pertama kegiatan dilakukan pemaparan materi mengenai profil dan permasalahan kesehatan di Desa Pucak. Adapun materi tersebut dibawakan langsung oleh Ketua Tim Pengabdi UMI yang telah berpengalaman menjadi fasilitator dan mentor berbagai kegiatan pengabdian.

Menurutnya, bahwa Kesehatan Ibu dan Anak masih menjadi permasalahan utama kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di daerah pedesaan.

“Desa pucak merupakan salah satu desa binaan UMI di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros yang memiliki banyak masalah di bidang Pendidikan dan Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini (KIA) khususnya pemberian edukasi kesehatan di Desa Pucak belum berjalan dengan baik sehingga kasus stunting mengalami peningkatan,” jelasnya.

Sambungnya, bahwa Desa Pucak juga memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) seperti Kader Sehetan dan Karang Taruna, dan Sumber Daya Alam (SDA), yang dihasilkan dari tanaman Kelor, yang sangat melimpah dan tumbuh subur di lahan pekarangan rumah masyarakat.

“Respon positif di dapatkan dari Kordinator Kelompok Kader Kesehatan dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning berharap ada keberlanjutan padakegiatan berikutnya,” kunci Dr.Yusriani, SKM.,M.Kes

Dia juga mengharapkan, PDB ini mendorong kemampuan mitra untuk terlibat aktif dalam mempertajam arah kebijakan perencanaan pembangunan desa yang difokuskan untuk mewujudkan “Desa Sehat dan Sejahtera”.

Anggota Tim PKM, yaitu Dr. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes membahas tentang Pencegahan dan Penanggulangan Stunting melalui Metode Ceramah, Diskusi dan Praktik.

Melalui kegiatan ini juga diharapkan, pengetahuan, sikap dan keterampilan Kelompok Kader Kesehatan dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning DesaPucak dapat lebih ditingkatkan. SementaraDr. Ir. Ida Rosada, M.Si membahas tentang manfaat daun kelor dengan harapan pemahaman mitra dalam pemanfaatan daun kelor semakin meningkat.

Pada kegiatan PDB dilakukan praktik pengolahan daun kelor menjadi panada isian daun kelor. Produk olahan daun kelor menjadi inovasi yang dapat mencegah kejadian stunting, karena daun kelor mengandung zat gizi tinggi. Selain itu, produk olahan daun kelor juga dapat menciptakan peluang usaha dari produknya tersebut.

Praktik ini diharapkan melengkapi kapasita smasyarakat setempat dalam melakukan langkah pencegahan stunting dengan pemanfaatan daun kelor yang banyak tumbuh di sekiatar lingkungan masyarakat setempat.

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram daun kelor mengandung : 7 x vitamin C pada jeruk, 4 x calcium pada susu, 4 x vitamin A pada wortel, 2x protein pada susu, 3x potasium pada pisang.

National Institute of Health (NIH) pada 21 maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit”.

Tradisi pengobatan ayuverda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun Moringa Oleifera (Daun Kelor). Kelor adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan kondisi panas ekstrim. Penelitian terhadap manfaat tanaman mulai dari daun, kulit batang, buah sampai bijinya, sejal awal tahun 1980-an telah dimulai.

Selain itu, Dr. Rika Handayani (Dosen Unimerz) membawakan materi tentang penilaian status gizi melalui metode ceramah, diskusi, dan parktek pengukuran dan penilaian status gizi.

Sedangkan Ir. Syahrul Mubarak Abdullah, M.Kom membawakan materi tentang penggunaan VR (Virtual Reality) dalam melakukan proses edukasi Kesehatan Ibu dan Anak.

Abdul Razak selaku Kepala DesaPucak menjelaskan, bahwa Program PDB ini sangat diharapkan oleh Masyarakat setempat, karena pertamakalinya diselenggarakan di desanya.

“Ini sangat penting dan pertama kali dilaksanakan di desa kami, sehingga mampu meningkatkan kapasitas kemampuan masyarakat untuk hidupsehat serta melakukan Pengolahan Daun Keloruntuk Pencegahan Stunting,” ucapnya.

“Semoga dengan kegiatan ini status kesehatan ibu dan anak khususnya di DesaPucak semakin meningkat,” ucap salah satu peserta PDB,” sambungnya.

Pada kegiatan PDB ini tim pengabdi juga melakuakn penyerahan alat teknologi virtual reality serta alat dan bahan pengolahan daun kelor dan juga alat pengukuran dan penilaian status gizi anak balita.

https://www.kompasiana.com/alghazali10/64c0a3dca0688f06bf62d333/cegah-stunting-di-maros-dosen-dan-mahasiswa-2-kampus-berkolaborasi

Previous Kunjungan KKN UMI di Soppeng
Next Pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Telah dibuka

About author

You might also like

Informasi Pengabdian Dosen

Ketentuan Syari’at Islam terhadap Hari Sial untuk Menikah

Dosen Fakultas Agama Islam UMI Makassar melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) “Ketentuan Syari’at Islam terhadap Hari Sial untuk Menikah” di kelurahan Bontomatene kecamatan Segeri kabupaten Pangkep. Dosen yang terlibat dalam

Berita

Pembentukan Group Antenatal Care (G-ANC) Menuju Kehamilan yang Sehat dan Aman dengan Bebas Anemia di Puskesmas Parangloe

Tim pengabdi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang diketuai oleh Yusrah Taqiyah.,S.Kep.Ns.,M.Kes.M.Kep menggelar pelatihan dan pembentukan Group Antenatal Care (G-ANC) Menuju Kehamilan yang Sehat dan Aman dengan Bebas Anemia di

Informasi Pengabdian Dosen

Peningkatan Skill Karang Taruna Bidang Lingkungan dan Pariwisata Desa Pattappa melalui Pengenalan Penggunaan Drone

Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupaya meningkatkan kapasitas karangtaruna bidang pariwista dan lingkungan Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, dalam penggunaan drone yang dilaksanakan pada 12