Perlemakan Hati: Ancaman Silent yang Membahayakan, Dosen FK UMI Bangkitkan Kesadaran Masyarakat Pada Bahaya Fatty Liver melalui deteksi dini

Hati, organ vital dalam tubuh kita, kini tengah menghadapi ancaman serius. Perlemakan hati atau fatty liver menjadi salah satu penyebab utama penyakit hati kronis dan kematian akibat penyakit hati. Penyakit ini semakin marak di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan yang memiliki prevalensi diabetes tipe 2 yang tinggi.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena perlemakan hati seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita baru menyadari kondisi mereka ketika penyakit sudah cukup parah. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti sirosis hati dan kanker hati. Kenaikan kasus diabetes tipe 2 dan obesitas di Indonesia turut memperparah situasi, mengingat kedua kondisi ini merupakan faktor risiko utama perlemakan hati.

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan masuk dalam 10 besar provinsi dengan kasus diabetes tipe 2 terbanyak di Indonesia. Hal ini menjadi sinyalemen kuat bahwa risiko perlemakan hati di wilayah ini juga cukup tinggi. Sayangnya, kesadaran masyarakat tentang bahaya perlemakan hati masih rendah. Padahal, dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti mengatur pola makan, berolahraga secara teratur, dan menjaga berat badan ideal, kita dapat mencegah dan mengendalikan penyakit ini.

Oleh karena itu, edukasi mengenai perlemakan hati menjadi sangat penting. Masyarakat perlu memahami bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak dan remaja. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang faktor risiko, gejala, dan pencegahan perlemakan hati, diharapkan kita dapat menekan angka penderita dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Febie Irsandy, Sp. Rad selaku ketua tim mengatakan “Untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk, deteksi dini dan edukasi mengenai perlemakan hati menjadi sangat penting. Masyarakat perlu lebih aware terhadap faktor risiko seperti obesitas, diabetes, dan gaya hidup tidak sehat. Dengan deteksi dinimelalui pemeriksaan USG Abdomen, penanganan yang tepat dapat segera dilakukan untuk mencegah perkembangan penyakit.

Untuk mendeteksi perlemakan hati secara dini, pemeriksaan USG Abdomen sangat dianjurkan. USG Abdomen adalah pemeriksaan non-invasif yang dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi hati. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih awal sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Dalam Kegiatan PKM ini dilakukan berupa:

  1. Penjelasan dan diskusi mengenai penyakit perlemakan hati, pengenalan gejala, pemeriksaan yang tepat dan pencegahannya.
  2. Pemeriksaan USG abdomen sebagai bentuk Screaning awal.
  3. Pembagian brosur perlemakan hati.
Previous Tim PKM FPIK UMI Memberikan Edukasi kepada Kelompok Pemuda Karang Taruna di Pulau Bontosua, Pangkep tentang Metode Pelestarian Ekosistem Terumbu Karang
Next Penerapan Bumbu Kuliner Sebagai Pengatur Pertumbuhan (ZPT) dalam Budidaya Benih Tanaman Hortikultura Diantara Kolektif Petani Seruni di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros

About author

You might also like

Berita

UMI Laksanakan PKM Internasional di Masjid MINA Nagoya Jepang, Fokus pada Edukasi Desain Hemat Energi

Nagoya, Jepang – Universitas Muslim Indonesia melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPKM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas kontribusi di tingkat global. Tahun ini, tim PKM Internasional UMI melaksanakan program pengabdian

Berita

Tim Dosen PkM UMI, mendampingi Warga Desa Pattappa membuat Buku Profil Desa

Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), berupaya meningkatkan wawasan warga Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, dalam membuat Buku Profil Desa. Tim PkM UMI dilaksanakan oleh