Tim PKM UMI Memberdayakan Kelompok Sastra Tutur diiringi SeniMusik Pakkacaping di Maros

Tim PKM UMI diketuai oleh Dr. Kasma F. Amin, M.Pd. melakukan pemberdayaan kelompok seni pakkacaping di Kampung Massaloeng Desa Salenrang Maros untuk melestarikan cerita rakyat berbasis budaya dan kearifan lokal. Tim beranggotakan Dr. Martini, M.Pd. di damping dua mahasiswa yaitu Akbar Setiawan dan Piski Ulandari. Ketua tim pelaksana mengatakan bahwa pengabdian ini bertujuan untuk melatih kelompok seni sastra tutur Kampung Massaloeng dalam melestarikan seni budaya lokal dan membuka wawasan mereka tentang pentingnya pelestarian warisan seni budaya.

Dr. Kasma menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil riset mereka tetang sastra lisan Bugis Makassar yang memiliki keunikan tersendiri seperti iringan musik tradisional, namun semakin langka talenta seniman lokal. Seniman sastra tutur Bahasa Bugis Makassar mulai sulit ditemukan karena kurangnya regenerasi. Menurut warga setempat peminat musik bertutur di iringi Kacaping justru banyak peminat dari luar negeri khusus datang menyaksikan pentas seni Sinrilik dan kacaping.

Padahal cerita lisan yang dituturkan dengan seni musik tersebut memuat tentang sejarah kehidupan dalam istana masa Kerajaan, epos raja-raja Bugis Makassar, dan masa peperangan serta romantisme seperti cerita Maipa deapati dan Datu Museng, Hikayat Arung Palakka, dan Tuanta salamaka dan masih banyak yang dapat diangkat sebagai industrI kreatif yang takkala seru dengan cerita di eropa yang digemari oleh anak muda genZ. Cerita lisan dengan seni musik khas Bugis Makassar tersebut memiliki potensi untuk dijadikan inovasi produk kreatifitas seni bernilai ekonomi untuk mendukung obyek wisata Maros.

Terdapat beberapa obyek wisata sekitar di Kampung Massaloeng seperti Rammang-Rammang, Wisata Prasejarah Leang-Leang, Wisata Dolli, dan Air terjun Bantimurung, dan Biseang Labboro yang dahulu terdapat seni bertutur sinrilik namun saat ini tidak ditemukan lagi. Oleh karena itu ketua Tim PKM menjelaskan bahwa seni musik tradisional Kacaping dan sinrilik dengan sastra sejarahnya perlu regenerasi agar warisan seni budaya tidak di caplok negara lain atau punah. Lokasi kegiatan PKM di Kampung Massaloeng memiliki jarah tempuh dari kampus UMI Makassar sekitar 1 jam atau 45 Km.

Previous Pelatihan Pengelolaan SDM dan Digitalisasi Pencatatan Keuangan bagi Pelaku Budidaya IkanNila di Desa Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa
Next UMI Laksanakan PKM Internasional di Masjid MINA Nagoya Jepang, Fokus pada Edukasi Desain Hemat Energi

About author

You might also like

Berita

Pemberdayaan Masyarakat Petambak di Kabupaten Pangkep melalui Transformasi Digital Manajemen Tambak berbasis Aplikasi Feeder Planner

Pangkep (LPkM UMI) — Tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unggulan bertema “Pemberdayaan Masyarakat Petambak melalui Transformasi Digital Manajemen Tambak berbasis Aplikasi Feeder Planner.”

Berita

Pengembangan Kewirausahaan Akuntansi Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kapasitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Padanglampe, 16 Oktober 2025 — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia kembali melaksanakan program pengabdian melalui kegiatan Desa Binaan dengan tema

Informasi

Edukasi Literasi Digital Kesehatan sebagai upaya mencegah self diagnos di SMA Insan Cendekia Syech yusuf, pattalassang, Kabupaten Gowa

Tim PKM UMI Sosialisasikan Bahaya Self-Diagnosis kepada Siswa Kelas XI di Kabupaten Gowa Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang diketuai oleh Aulia Mahardhika dan dr.