Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan Komitmennya dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian Kepada Masyarakat
Kali ini, Dosen Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang (FP-Biotam) melaksanakan program bertajuk “Teknologi Pengolahan Rempeyek Kacang dan Manajemen Pemasaran pada Industri Rumah Tangga.”
Program ini merupakan bagian dari hibah pengabdian tahun anggaran 2025 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI. Dengan dukungan tersebut, kegiatan ini dirancang untuk memberdayakan kelompok usaha kecil agar mampu mengembangkan keterampilan dan daya saing.
Tim pelaksana terdiri dari tiga dosen senior FP-Biotam UMI, yakni Prof. Dr. Ir. Nuraeni, M.S., Prof. Dr. Ir. St. Subaedah, MS., serta Prof. Dr. Ir. Ida Rosada, MS. Prof. Dr. Ir. Nuraeni, MS., mengungkapkan, Mereka fokus memberikan transfer ilmu pengetahuan terkait teknik produksi pangan tradisional yang lebih higienis, efisien, dan bernilai jual tinggi.
Program ini melibatkan 24 peserta dari Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Yanti di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga yang mengembangkan usaha kecil menengah berbasis kuliner.
“Kegiatan pengabdian berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa sosialisasi dan penyuluhan yang dilaksanakan pada Jumat, 26 Juli 2024,” ucapnya.
Materi meliputi teknologi pengolahan rempeyek kacang, teknik pengemasan modern, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Tahap kedua dilanjutkan dengan praktik langsung pada Ahad, 10 Agustus 2025.
Peserta mendapatkan pelatihan produksi rempeyek kacang yang lebih renyah dan tahan lama, sekaligus teknik pengemasan yang menarik agar produk bisa menembus pasar yang lebih luas. Sementara itu, tahap ketiga berupa pendampingan intensif yang berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2025. Pendampingan ini ditujukan agar peserta tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga konsisten dalam mengelola usaha dengan standar yang lebih profesional.
Kata Prof. Dr. Ir. Nuraeni, MS., antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka bersemangat mengikuti setiap sesi. Bahkan banyak yang langsung berinovasi dengan resep dan kemasan baru. “Kami berharap ini bisa menjadi awal kemandirian usaha mereka,” ujarnya. Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim dosen juga menyerahkan bantuan berupa peralatan produksi kepada IRT Yanti.
Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih besar. Melalui pengabdian berbasis teknologi, UMI berupaya membantu pelaku usaha kecil meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan pasar. Program ini juga sejalan dengan visi UMI dalam mencetak lulusan dan tenaga akademik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Dengan adanya kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan tercipta ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan,” ucapnya.
Lebih jauh, kegiatan semacam ini menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di wilayah lain, terutama di sektor industri rumah tangga yang berbasis kuliner. Produk tradisional seperti rempeyek kacang berpotensi menjadi komoditas unggulan jika dikembangkan dengan sentuhan inovasi dan manajemen modern.
“Melalui program ini, UMI menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak intelektual, tetapi juga turut berkontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ketua IRT yang menaungi kelompok tersebut, Yanti mengatakan program tersebut sangat membantu, terutama dalam hal pengemasan dan pemasaran.
“Semoga bisa terus berlanjut agar usaha kecil seperti kami semakin berkembang,” ungkapnya.
Selain pelatihan teknis, tim pengabdian juga membekali peserta dengan pengetahuan dasar manajemen usaha, seperti pencatatan keuangan sederhana, pengaturan stok bahan baku, hingga cara memanfaatkan media sosial untuk promosi.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
About author
You might also like
PKM Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Staf Kecamatan Bontoala untuk Layanan Publik yang Lebih Baik
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Bontoala, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan pelatihan bertajuk “Pengembangan Percakapan Bahasa Inggris Melalui Pola Interaksi antara Staf Kecamatan dan Masyarakat dalam
Edukasi Dan Implementasi Teknologi Rantai Dingin Untuk Menjaga Mutu Ikan Segar Bagi Nelayan, di Kelurahan Talaka, Kecamatan Mar’ang, Kabupaten Pangkep
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia kembali melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unggulan Internal melalui Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UMI yang diketuai oleh Prof.
IMPROVING PSYCHOSOCIAL STATUS AND NUTRITIONAL STATUS THROUGH NURSING AND NUTRITIONAL HEALTH INTERVENTIONS IN KAMPUNG BARU KUALA LUMPUR
Kuala Lumpur — Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang terdiri atas Dr. Tutik Agustini, S.Kep., Ns., M.Kes., Dr. dr. H. Muhammad Khidri Alwi, M.Kes., dan Prof.

