Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melalui skema pengabdian Unggulan, Kembali menyelenggarakan program pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Inovasi Olahan Ubi Jalar Melalui Pembuatan Sirup Glukosa Sebagai Usaha Kecil dan Mikro di Desa Nisombalia, Maros”

Nisombalia, 13 Oktober 2024 – Inovasi baru dalam pemanfaatan hasil pertanian kembali diperkenalkan di Desa Nisombalia, Maros. Kali ini, program pengabdian masyarakat mengangkat potensi ubi jalar sebagai bahan baku pembuatan sirup glukosa, yang diharapkan dapat menjadi peluang usaha kecil dan mikro bagi masyarakat setempat. Melalui pengolahan yang tepat, ubi jalar yang biasanya hanya dijual dalam bentuk segar, kini dapat diolah menjadi sirup glukosa yang memiliki nilai tambah ekonomis.

Ubi jalar dikenal sebagai salah satu komoditas pertanian yang banyak ditemukan di Desa Nisombalia. Namun, selama ini banyak petani hanya menjual ubi jalar dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah. Untuk itu, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muslim Indonesia  bersama Pemerintah Desa Nisombalia  dalam hal ini di wakili oleh bapak syafri selaku sekertaris Desa Nisombalia melakukan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat untuk mengolah ubi jalar menjadi sirup glukosa. Sirup glukosa ini dapat digunakan sebagai pemanis alami dalam berbagai produk olahan, seperti minuman, kue, dan makanan olahan lainnya.

Sekertaris Desa Nisombalia Bapak Syafri , mengungkapkan, “Kami sangat mendukung program ini karena selain dapat meningkatkan nilai jual ubi jalar, juga membuka peluang usaha bagi ibu rumah tangga dan pemuda di desa kami. Ini adalah langkah yang sangat baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di sektor UMKM.”

Proses pembuatan sirup glukosa dari ubi jalar melalui beberapa tahap, antara lain pencucian, pemasakan, hingga penyaringan dan pemisahan ekstrak cairan dari ubi jalar. Hasilnya adalah sirup glukosa yang tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga memiliki kandungan gula alami yang lebih sehat jika dibandingkan dengan sirup komersial lainnya. Selain itu, sirup glukosa dari ubi jalar ini dapat menjadi alternatif pemanis yang ramah lingkungan, karena terbuat dari bahan lokal yang melimpah di sekitar desa.

Dr. Juliyanti Sidik Tjan,SE.,MSA.,Ak., CA  yang memimpin pelaksanaan kegiatan ini, menyatakan dalam sambutannya terkait “Manfaat dari mengkonsumsi ubi jalar ungu” Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Hastuti Mulang, SE., M.Pd., MM  dalam  memberikan pelatihan pembuatan sirup glukosa.  Kami juga memberikan pengetahuan tentang pengemasan dan pemasaran produk. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bisa memproduksi sendiri, tetapi juga memasarkan hasil olahannya ke pasar lokal bahkan nasional.”

Program ini memberikan peluang yang luas bagi masyarakat Nisombalia untuk mengembangkan usaha kecil dan mikro berbasis produk olahan pangan yang bernilai tambah. Dalam jangka panjang, diharapkan program ini dapat mendorong munculnya berbagai usaha turunannya, seperti pembuatan produk olahan lainnya yang menggunakan sirup glukosa sebagai bahan baku, serta mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.

Masyarakat Desa Nisombalia, terutama petani ubi jalar, menyambut baik pelatihan ini. “Kami kini memiliki wawasan baru tentang bagaimana mengolah ubi jalar menjadi produk yang lebih menguntungkan. Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar ibu fitri “ sebagai salah satu peserta pelatihan.

Dengan semakin berkembangnya usaha olahan ubi jalar menjadi sirup glukosa, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang dapat diterapkan di desa-desa lain. Ke depan, masyarakat Desa Nisombalia berencana untuk memasarkan produk sirup glukosa ini ke pasar yang lebih luas, baik melalui pasar lokal maupun jaringan distribusi yang lebih besar.

Melalui inovasi ini, diharapkan Desa Nisombalia bisa menjadi pionir dalam pengembangan usaha kecil dan mikro berbasis produk olahan lokal, yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian desa.

Previous Pendampingan Metode Pembinaan Anak Bagi Keluarga Sekitar Babut Taqwa di Kompleks Perumahan Mangga Tiga Permai Kota Makassar
Next Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Melalui Skema Pengabdian Unggulan, Kembali Menyelenggarakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan Tema “Inovasi Olahan Cangkang Kepiting Menjadi Pupuk Organik Sebagai Salah Satu Ide Usaha untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Nisombalia”

About author

You might also like

Informasi

Pengabdian Pelatihan Pengelolaan Ecotourism dan pengembangan Ekonomi kreatif bagi masyarakat Desa Kapita Kec. Bangkala, Kab. Jeneponto

Tim Pengabdian Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Desa Kapita,Kecamatan Bangkala Kabupaten

Berita

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UMI memberikan Pelatihan “Publik Speaking” pada Anggota Karang Taruna Bukit Kemuning Desa Pucak, Kec. Tompobulu Kab. Maros

Anggota Karang Taruna Desa Pucak diberikan Pelatihan Publik Speaking. Guna mendorong keberanian anggota Karang Taruna untuk tampil didepan public, antara lain menjadi Mater of Ceremony (MC), Pendamping Tamu (Guide), Memperkenalkan

Informasi Pengabdian Dosen

Dua Dosen UMI Lakukan PKM Internasional di Thailand

Tanggung jawab mendasar anggota fakultas akademik dalam kerangka Tri Dharma pendidikan tinggi adalah penyebaran pengetahuan kepada masyarakat; komitmen ini menggarisbawahi sikap proaktif Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebuah lembaga yang didedikasikan