Inovasi Pakan Mandiri untuk Budidaya Ikan Nila: Solusi Berdaya Saing dari Tanralili

Tanralili, 21 November 2024 – Dalam upaya mendorong keberlanjutan dan kemandirian ekonomi bagi pembudidaya ikan nila, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertema Pelatihan Budidaya Ikan Nila Memanfaatkan Pakan Mandiri sukses diselenggarakan di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, kabupaten Maros. Kegiatan ini melibatkan kelompok pembudidaya lokal dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memproduksi pakan berkualitas tinggi menggunakan bahan-bahan lokal yang lebih ekonomis.

Pelatihan ini diinisiasi oleh tim akademisi dan praktisi perikanan, yang melihat tingginya ketergantungan pembudidaya pada pakan komersial yang mahal. “Dengan memanfaatkan bahan lokal seperti tepung ikan molly, dedak halus, tepung bungkil kopra, dan tepung mie rijek, kami ingin menunjukkan bahwa pakan mandiri tidak hanya lebih terjangkau, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi produksi,” ujar Dr. Ir. Hasnidar, MS., IPM ketua tim pelaksana.  Turut hadir pada kegiatan tersebut yaitu Dr. Ir. Andi Tamsil, MS., IPM dan Dr. Ir. Syahrul Djafar, MM serta beberapa mahasiswa.

Fokus Pelatihan: Pembuatan Pakan Mandiri: Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan secara langsung cara mencampur bahan pakan berdasarkan formula yang telah diuji. Dengan target kadar protein 35%, bahan-bahan lokal diproses menggunakan metode sederhana namun efektif. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa biaya pakan mandiri bisa ditekan hingga 30% dibandingkan dengan pakan komersial, tanpa mengurangi kualitas hasil budidaya.

Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB): Selain pelatihan pakan, peserta juga diberikan pemahaman tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), khususnya teknik penebaran benih. Dengan metode penebaran yang sesuai, seperti aklimatisasi suhu dan padat tebar optimal, tingkat kelangsungan hidup ikan nila dapat meningkat secara signifikan.

Evaluasi dan Diskusi: Di akhir kegiatan, tim pelaksana bersama peserta melakukan diskusi dan evaluasi. Para peserta menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat besar, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada pakan impor yang mahal. Salah satu peserta, Bapak Sulaiman Borahima, mengatakan, “Kami merasa lebih percaya diri untuk mandiri dalam menyediakan pakan. Biaya bisa ditekan, dan hasilnya tidak kalah dengan pakan pabrikan.”

Harapan Ke Depan:  Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan praktik budidaya ikan nila yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan teknologi sederhana dan ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah, budidaya ikan nila di Tanralili memiliki potensi untuk menjadi model bagi daerah lain.

Tim pelaksana juga berencana untuk terus mendampingi para pembudidaya melalui program lanjutan seperti monitoring hasil budidaya, pengembangan formula pakan berbasis bahan lokal lainnya, hingga memperkenalkan pemasaran hasil produksi secara digital.  Kegiatan ini bukan hanya tentang pelatihan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun semangat kemandirian dan keberlanjutan di sektor perikanan. Semoga inovasi dari Tanralili ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan akuakultur di Indonesia.

Previous Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Bontokassi Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa
Next Pendampingan Penyusunan Dokumen SOP Akademik Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Pengelolaan Pendidikan di MTs Wihdatul Ulum Bontokassi Parangloe

About author

You might also like

Informasi

TEKNIK APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DARI URIN SAPI DANBRANGKASAN TANAMAN LEGUM PADA TANAMAN JAGUNG DI DESACAMPAGAYA KABUPATEN TAKALAR

Desa Campagaya Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar merupakan salah satu daerah sentra pengembangan tanaman pangan dan hortikultura, termasuk di dalammnya tanaman jagung. Sebagian besar petani masih mengandalkan pupuk kimia sintetis seperti

Informasi

UMI melatih Desa Moncongloe Lappara Maros Olah Tanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga) Menjadi Produk Herbal Untukkesehatan

Tim dosen pengabdi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Mahasiswa melatih para mitra di Desa Desa Moncongloe Lappara Kabupaten Maros dalam mengolah tanaman TOGA menjadi berbagai macam produk, seperti teh