UMI melatih Desa Moncongloe Lappara Maros Olah Tanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga) Menjadi Produk Herbal Untukkesehatan

Tim dosen pengabdi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Mahasiswa melatih para mitra di Desa Desa Moncongloe Lappara Kabupaten Maros dalam mengolah tanaman TOGA menjadi berbagai macam produk, seperti teh herbal, jamu tradisional, keripik daun salam dan sabun minyak jelantah.

Universitas Muslim Indonesia (UMI) adalah salah satu perguruan tinggi swasta tertua dan terbesar di Indonesia Timur, yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Universitas ini berdiri pada 23 Juni 1954 dan berada di bawah naungan Yayasan Wakaf UMI.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui skim Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa UMI pada 1 – 31 Juli 2025.
Tema kegiatan adalah “Peningkatan Potensi Serta Promosi Desa Sehat Moncongloe Lappara Maros Melalui Pengembangan Pengolahan Diversifikasi TOGA Menjadi Produk Herbal Berbasis Digital Technopreneur”.

Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan (DIKTISAINTEK).

Lokasi pelaksanaan berada di salah satu desa Kabupaten Maros yaitu desa Moncongloe Lappara Maros.
Para Mitra desa Moncongloe Lappara Maros dilatih mengolah tanaman toga menjadi berbagai macam produk herbal, seperti teh herbal, jamu tradisional, keripik daun salam yang dilakukan dengan keterampilan yang telah disosialisasikan oleh anggota PMM.

Adapun beberapa produk yang dihasilkan seperti:
1. Teh Herbal

 

Manfaat dari Teh Herbal ini yaitu:
Teh Herbal yang mengandung jahe, sereh dan teh olong dikenal memiliki sifat antivirus dan antibakteri yang dapat membantu daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, membantu menurunkan berat badan dan meredakan flu.

2. Jamu Herbal

Manfaat dari jamu Herbal ini yaitu:
Dari kunyit jahe, sereh ini dapat mengurangi rasa sakit saat haid, berguna sebagai anti oksidan (kandungan vitamin C yang cukup tinggi), dan sebagai antibiotika.

3. Keripik Daun Salam

Manfaat dari keripik daun salam, yaitu:
Untuk Kesehatan sebagai cemilan sehat karena mengandung nutrisi dari bahan dasar daun salam, tanpa pengawet, pewarna atau penyedap buatan.
Selain pelatihan pembuatan beberapa produk tersebut, mitra juga dibekali keterampilan untuk mengemas beberapa produk yang telah dibuat, serta pelatihan promosi penjualan produk.

Ketua tim pelaksana, Dr. apt. Sukmawati Syarif, S.Farm., M.Kes menyampaikan, tujuan program ini adalah menjadikan mitra Desa Moncongloe Lappara Maros, sebagai agen edukasi dan pelatihan di masyarakat dalam upaya pengelolaan tanaman TOGA menjadi berbagai macam produk herbal seperti, teh herbal, jamu tradisional, keripiki dan daun salam
“Dengan adanya kegiatan ini, mitra mampu mengembangkan usaha olahan tanaman toga yang sehat dan bernilai ekonomi,” ujar Dr. apt. Sukmawati Syarif, S.Farm., M.Kes.

Tim pengabdi juga terdiri dari Ir.St.Hajrah Mansyur, S.Kom.,M.CsM.Ta dan Dr. Muhammad Nur Abdi, SE., MM. Anggota PMM menyerahkan berbagai alat produksi untuk menunjang keberlanjutan kegiatan PMM in.

Kepala Desa Moncongloe Lappara Maros, Sirajuddin, S.AP., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan. Ia berharap program ini terus berlanjut di masa mendatang.

Beberapa mitra yang telah menjalani pelatihan pengelolaan tanaman toga menjadi suatu produk, menyatakan bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya kegiatan PMM ini, karena dengan adanya kegiatan tersebut sangat menambah ilmu dan wawasan dengan memanfaatkan tanaman toga menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Desa Moncongloe Lappara Maros diketahui memiliki potensi tanaman toga yang melimpah terutama tanaman rimpang, namun banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara pengelolaannya menjadi suatu produk herbal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kepada para mitra bahwa ilmu yang telah diberikan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi para mitra dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa, seperti tanaman
toga yang ada di Desa Moncongloe Lappara Maros.

Previous Ketentuan  Syari’at Islam terhadap Hari Sial untuk Menikah di kelurahan Bontomatene kecamatan Segeri kabupaten Pangkep
Next UMI dan UNHAS Latih Karang Taruna Pattappa, Hibahkan Alat Inovatif Potongdan Poles Batuan

About author

You might also like

Informasi Pengabdian Dosen

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen UMI memberikan Pelatihan Navigasi GPS dan Pemetaan bagi Taruna-Taruni SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar

Tim PkM dosen Universitas Muslim Indonesia Makassar yang dipimpin oleh bapak Ir. Muhammad Idris Juradi, S.T., M.T., IPP kembali melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada tanggal 5-11

Informasi

Pelatihan Pembuatan Proposal PKM Internal UMI

LPkM UMI melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Proposal PKM Internal UMI Tahun 2026 Video Kegiatan: View this post on Instagram A post shared by Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat UMI (@lpkm.umi_official)

Berita

Pemberitahuan KKN Angkatan 73 UMI T.A. 2023/2024

1. Pendaftaran & Pembayaran KKN diperpanjang yakni tanggal 26 April 20242. Jadwal Pemberangkatan atau Pelaksanaan KKN diharapkan PESERTA untuk selalu memantau di akun masing – masing (lpkmapps.umi.ac.id).3. Sebelum melakukan pembayaran