TIM Pengabdi DPPM DIKTI FKM UMI Melakukan Melakukan sosialisasi AlatPelindung Diri Pada Pengrajin Besi (Panre Tutu) Di Kab Maros
Pengrajin besi merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai cedera dan penyakit akibat kerja, seperti luka bakar, cedera mata, gangguan pernapasan, hingga gangguan pendengaran. Upaya pencegahan agar tidak terjadi kecacatan atau keterbatasan fungsi tubuh (disability limitation) menjadi sangat penting dalam lingkungan kerja ini.
Tim Pengabdi DPPM Dikti Tahun 2025 Menggelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan Ini Ditujukan Mitra Kelompok pengrajin besi Panre tutu di Kab Maros Kegiatan PKM Ini Dilakukan Oleh Tim Pengabdi Yang Terdiri Dari Ketua Tim Prof Dr. Suharni. S.Pd,,M.Kes dan Ns Fatma Jama, S.Kep.,M.Kes. (Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat FKM UMI),. dan anggota Tim Dosen Ekonomi Hukma Ratu Purnama, SE.,MM.
Ketua Tim Pengabdi, Suharni Mengungkapkan Kegiatanya Ini Mendapatkan Bantuan Pendanaan Dari Direktorat penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (KEMNDIKTISAINTEK) Dengan Nomor Kontrak Induk 126/C3/DT.05.00/PM/2025 (28 Mei 2025) Dan Nomor Kontrak Turunan No 892/LL9/PPM/2025 (03 Juni 2025) dan 1499/C.06/UMI/VI/2025 (10 Juni 2025)..
Salah satu strategi yang bisa dilakukan menurut Fatma Adalah Edukasi menagement keprawatan luka. serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara tepat dan konsisten. APD seperti sarung tangan tahan panas, kacamata pelindung, masker, penutup telinga, dan sepatu safety dapat melindungi pengrajin dari bahaya langsung saat melakukan pekerjaan seperti pengelasan, pemotongan logam, dan penempaan.
Menurut Hukmah bahwa Penggunaan APD bukan hanya sekadar perlindungan fisik, tetapi juga merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya APD perlu ditingkatkan melalui pelatihan, sosialisasi, serta pengawasan kerja yang efektif. Dengan demikian, risiko kecacatan dapat ditekan seminimal mungkin. Sinergi antara pengrajin, pemilik usaha, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Upaya ini tidak hanya melindungi pekerja secara individu, tetapi juga berdampak positif terhadap keberlangsungan industri kerajinan besi secara keseluruhan.
About author
You might also like
Pemberdayaan Kelompok PKK Melalui Inovasi Pembuatan Teh Celup Dari Kombinasi Daun Pegagan, Kayu Secang Dengan Penambahan Pemanis Alami Daun Stevia Penjaga Fungsi Pencernaan Dan Kardiovaskular
Kelompok Ibu-Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, kini memiliki keterampilan baru yang inovatif dan berpotensi ekonomi. Pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025 sebanyak 22
Dosen UMI melakukan Pemberdayaan Santri Melalui Inovasi Budidaya Ayam Kampung Berbasis Teknologi Pakan Lokal dan DigitalMarketing Menuju Eco-Green Pesantren
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang tidak hanya mendidik santri menjadi ulama atau ustad namun juga berpotensi menjadi wadah pemberdayaan umat. Peluang ini dimanfaatkan oleh Dosen UMI dengan menjadikan
Alur Pendaftaran KKN UMI Angkatan 73 T.A. 2023/2024
Berikut alur pendaftaran KKN UMI Angkatan 73 T.A. 2023/2024 Berikut file Pengumuman KKN UMI Angkatan 73:

