PENDAMPINGAN PROGRAM TAHSIN, TAHFIDZ, DAN TADABBUR AL-QUR’AN (T3Q) SANTRI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN (PPTQ) RAUDHATUL JANNAH PANAIKANG MAKASSAR

PENDAMPINGAN PROGRAM TAHSIN, TAHFIDZ, DAN TADABBUR AL-QUR’AN (T3Q) SANTRI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN (PPTQ) RAUDHATUL JANNAH PANAIKANG MAKASSAR

Makassar, 21 September 2025 Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pendampingan Program Tahsin, Tahfidz, dan Tadabbur Al-Qur’an (T3Q)” di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Raudhatul Jannah Panaikang Makassar.

Kegiatan yang berlangsung di Aula PPTQ Raudhatul Jannah ini dipimpin oleh Dr. Juhri, S.S., M. Hum. selaku ketua tim pelaksana, dengan anggota Dr. Muh. Aidil Sudarmono R., S.Pd.I., M.Pd.I. dan Dr. H. Muh. Azhar, S.Pd.I., M.Pd., serta didukung oleh dua mahasiswa UMI, Muhammad Rafli Arrahman dan Gilang Pratama Kurnia Syarif.

Program ini dirancang untuk memperkuat tiga pilar utama pembelajaran Al-Qur’an di pesantren: tahsin (perbaikan bacaan), tahfidz (penguatan hafalan), dan tadabbur (pendalaman makna ayat). Kegiatan pendampingan berlangsung dinamis dan interaktif, melibatkan para santri serta para pembina pondok agar proses pembinaan dapat berlanjut secara mandiri setelah kegiatan PkM berakhir.

Dalam pelaksanaan kegiatan, Dr. Juhri membuka sesi pertama dengan memberikan open mind kepada para santri tentang pentingnya memahami Al-Qur’an secara utuh melalui tahsin, tahfidz, dan tadabbur. Ia juga menekankan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk cinta terhadap Al-Qur’an yang harus tumbuh dalam diri setiap santri. “Pendampingan ini bukan hanya soal memperbaiki bacaan dan menambah hafalan, tetapi juga bagaimana menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dan pedoman hidup,” jelas Dr. Juhri dalam pengantarnya.

Selanjutnya, Dr. Muh. Aidil Sudarmono memberikan penguatan pada aspek tahsin. Ia melatih para santri memperbaiki makhraj huruf, panjang pendek bacaan, dan irama tartil melalui metode latihan langsung dan pembetulan satu per satu. Santri tampak antusias mengikuti bimbingan ini, terutama ketika mendengarkan contoh bacaan yang benar dan mencoba menirukannya secara serentak.

Sementara itu, Dr. H. Muh. Azhar membimbing para santri dalam sesi tadabbur Al-Qur’an. Ia mengajak mereka merenungkan makna ayat-ayat yang mereka hafalkan, kemudian mendiskusikannya dalam konteks kehidupan nyata. Dengan gaya tutur yang inspiratif, beliau menekankan bahwa “membaca dan menghafal Al-Qur’an tanpa tadabbur hanya menjadikan ayat sebagai hafalan di lisan, bukan cahaya di hati.”

Tidak hanya santri, tim PkM UMI juga memberikan pendampingan khusus kepada para pembina pondok. Tujuannya agar metode dan strategi pembelajaran T3Q yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah program pengabdian selesai. Para pembina diajak berdiskusi dan berlatih langsung tentang cara mengintegrasikan pendekatan tahsin-tahfidz-tadabbur dalam kurikulum pembinaan santri sehari-hari.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pengasuh dan pembina pesantren. Mereka menilai program T3Q sangat relevan dengan kebutuhan pondok yang tengah berupaya memperkuat kualitas bacaan dan pemahaman santri terhadap Al-Qur’an. “Pendampingan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain santri yang merasakan manfaatnya, para pembina pun kini memiliki panduan yang lebih sistematis untuk melanjutkan kegiatan serupa di pondok,” ungkap salah satu pembina.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi dan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil serta kesadaran baru untuk memahami maknanya. Beberapa santri bahkan menyampaikan tekad untuk menambah hafalan mereka sekaligus mempelajari tafsir sederhana agar hafalannya lebih bermakna.

Selain memberikan dampak langsung kepada santri dan pembina, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa UMI yang terlibat. Mereka berperan aktif dalam memfasilitasi kelompok santri, membantu pelatihan, dan mendokumentasikan hasil kegiatan, sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengabdian.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan refleksi, diiringi semangat para santri yang berkomitmen untuk terus memperbaiki bacaan, memperkuat hafalan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Melalui program T3Q ini, UMI kembali menegaskan perannya sebagai universitas Islam unggulan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat, membentuk generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna.

Previous Penguatan Literasi Kesehatan Reproduksi melalui Konseling Edukasi untuk Ibu Primigravida dalam Menyongsong Persalinan Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Rappokalling
Next PRENATAL PEACE : INTEGRASI SENAM, DOA DAN DZIKIR SEBAGAI UPAYA HOLISTIK PENGUATAN KESEHATAN MENTAL KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAPPOKALLING

About author

You might also like

Berita

Tim PkM UMI Menggelar Pelatihan Pembuatan Minuman Kesehatan Kombucha Bagi Kader PKK di Desa Paddingin

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PkM) UMI menggelar pelatihan pembuatan minuman Kesehatan Kombucha kepada kader PKK di Desa Paddingin, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Rabu (16/10/2024). Narasumber dalam pelatihan ini apt. Siska Nuryanti, M.Kes,

Informasi

Pemanfaatan Kacang Tanah untuk Produksi Selai Kacang Coklat Sehat Bergizi

Tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kolaborasi dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pelatihan pemanfaatkan hasil pangan desa binaan