PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM DETEKSI DAN PENANGANAN AWAL MELALUI MODUL DETEKSI DINI DAN TANGGAP KASUS BULLYING PADA REMAJA

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM DETEKSI DAN PENANGANAN AWAL MELALUI MODUL DETEKSI DINI DAN TANGGAP KASUS BULLYING PADA REMAJA

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) telah melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa dalam Deteksi dan Penanganan Awal melalui Modul “Deteksi Dini dan Tanggap Kasus Bullying pada Remaja” pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di Aula Kantor Desa Tonasa, Kabupaten Takalar.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan jiwa dalam mengenali tanda-tanda awal perilaku perundungan (bullying) pada remaja serta melatih kemampuan penanganan awal yang empatik dan tepat sasaran. Kegiatan diikuti oleh 25 kader kesehatan jiwa yang berasal dari wilayah Desa Tonasa.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Tonasa, Bapak Haerul, yang hadir mewakili Kepala Desa Tonasa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang besar terhadap pelaksanaan kegiatan ini serta harapan agar para kader dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan jiwa remaja dan menciptakan lingkungan sosial yang aman serta bebas dari bullying.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Ibu Rahmawati Ramli, S.Kep., Ns., M.Kes., M.Kep., selaku Ketua Tim Pengabdi. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar bullying, bentuk-bentuk perundungan yang sering terjadi di kalangan remaja, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta langkah-langkah kader dalam melakukan deteksi dini dan penanganan awal di komunitas.

Usai sesi penyampaian materi, tim pengabdi memandu kegiatan ice breaking sebagai upaya menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan kondusif. Kegiatan ini juga berfungsi memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya komunikasi empatik dan kolaboratif dalam penanganan masalah sosial di lingkungan masyarakat.

Sesi selanjutnya difasilitasi oleh anggota dosen, yaitu Ibu Suhermi S., S.Kep., Ns., M.Kes. dan Ibu Sartika, SKM., M.Kes., yang memimpin kegiatan diskusi kelompok dan simulasi peran (role play). Dalam sesi ini, peserta berlatih melakukan pendekatan empatik terhadap korban bullying dan mengidentifikasi langkah-langkah penanganan awal.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan FKM UMI, yaitu Andi Rahmadina Aolya dan Hendri, yang berperan dalam membantu pelaksanaan kegiatan, mendampingi peserta selama simulasi, serta melakukan dokumentasi dan pengumpulan data hasil evaluasi.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader setelah mengikuti kegiatan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 58,4 meningkat menjadi 87,2 pada post-test, menunjukkan adanya peningkatan sebesar 49%. Peserta juga menunjukkan peningkatan sikap positif terhadap isu kesehatan jiwa remaja serta kesadaran akan pentingnya peran kader dalam pencegahan bullying.

Beberapa peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru terkait pendekatan empatik dalam menghadapi remaja korban bullying, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai ujung tombak promosi kesehatan jiwa di tingkat masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan pesan penutup dari Ketua Tim Pengabdi, Ibu Rahmawati Ramli, S.Kep., Ns., M.Kes., M.Kep., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kesehatan jiwa remaja.

“Kader kesehatan jiwa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini dan menciptakan lingkungan sosial yang sehat, aman, serta bebas dari perundungan,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Acara ditutup dengan foto bersama antara peserta, tim dosen pengabdi, mahasiswa, dan perwakilan Pemerintah Desa Tonasa, disertai doa bersama sebagai penutup kegiatan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Universitas Muslim Indonesia dengan Pemerintah Desa Tonasa dalam memperkuat literasi kesehatan jiwa di masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penanganan dini masalah bullying pada remaja.

Sebagai bentuk apresiasi, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FKM UMI menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Universitas Muslim Indonesia, Ketua LPkM beserta jajarannya, pimpinan Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Kepala Desa Tonasa beserta perangkat desa atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Previous Pelatihan Citizen Report Memanfaatkan Smartphone untuk Mendukung Penyebaran Informasi Melalui Website Desa Borisallo
Next Optimizing Student Health and Fitness Through Healthy Lifestyle Education and Physical Activity at the Muhammadiyah Kampung Bharu Guidance Studio, Kuala Lumpur, Malaysia

About author

You might also like

Informasi

Inovasi Bio Ekonomi Berbasis Zea Mays Untuk Pemberdayaan Agroindustri Lokal Berkelanjutan masyarakat Selangor Di Malaysia

Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat Selangor melalui pengembangan agroindustri berbasis Zea mays (jagung) yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi. Fokus utama meliputi peningkatan kapasitas petani dalam budidaya modern, inovasi pengolahan

Berita

Pengembangan usaha mikro dan kecil di Desa Salassae Kec. Bulukumpa Kab. Bulukumba

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat desa yang berperan sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjalankan usahanya untuk menopang kehidupan ekonomi keluarga dengan berbagai usaha berbasis potensi lokal,