Edukasi Swamedikasi Luka Dan Pembuatan Sediaan Topikal Herbal Berbasis Rambut Jagung Sebagai Alternatif Pengobatan Luka Ringan Di Desa Paddinging

Edukasi Swamedikasi Luka Dan Pembuatan Sediaan Topikal Herbal Berbasis Rambut Jagung Sebagai Alternatif Pengobatan Luka Ringan Di Desa Paddinging

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan luka ringan secara mandiri dan berkelanjutan, tim dosen pengabdian masyarakat dari Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia yang diketuai oleh apt. A. Hasrawati, S.Farm., M.Si. bersama anggota apt. Vina Purnamasari, S.Farm., M.Si. dan apt. Sitti Amirah, S.Farm., M.Si. serta mahasiswa S1 farmasi melaksanakan kegiatan edukasi dan praktek di Desa Paddinging, Kabupaten Takalar. Kegiatan yang bertajuk bertajuk “Edukasi Swamedikasi Luka dan Pembuatan Sediaan Topikal Herbal Berbasis Rambut Jagung sebagai Alternatif Pengobatan Luka Ringan di Desa Paddinging” berlangsung pada Selasa, 28 November 2025, dengan mitra utama ibu-ibu PKK desa Paddinging yang melibatkan 20 peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam melakukan swamedikasi luka ringan menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Kegiatan dilaksanakan secara terstruktur untuk memberdayakan masyarakat dalam hal swamedikasi luka, dengan memadukan pendekatan edukatif dan aplikatif.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai jenis-jenis luka, penyebab luka, serta langkah-langkah yang harus dilakukan dan dihindari dalam penanganan luka ringan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami secara menyeluruh prinsip dasar penanganan luka yang benar dan aman. Selanjutnya, tim pelaksana memberikan penyuluhan mengenai konsep swamedikasi luka, mencakup pengenalan luka ringan, pentingnya kebersihan luka, serta pemilihan sediaan topikal yang sesuai. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta.

Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan salep herbal berbasis rambut jagung sebagai alternatif pengobatan luka ringan. Rambut jagung dipilih karena mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang memiliki potensi antiinflamasi dan mempercepat penyembuhan luka. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan sediaan, mulai dari proses ekstraksi sederhana hingga pencampuran bahan salep.

“Kami sengaja memilih rambut jagung karena selain melimpah di Takalar, penelitian menunjukkan kandungan flavonoid dan polifenolnya mampu mempercepat epitelisasi luka.” ungkap A. Hasrawati, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.

Di akhir kegiatan, dilakukan post-test dan evaluasi untuk menilai peningkatan pengetahuan serta keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan terkait konsep swamedikasi dan penggunaan bahan herbal sebagai alternatif pengobatan luka ringan.

Vina Purnamasari, salah satu anggota tim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademisi Universitas Muslim Indonesia untuk memberdayakan masyarakat desa melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan sumber daya alam lokal secara ilmiah dan berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan luka yang tepat serta memanfaatkan bahan alami secara bijak untuk mendukung kesehatan keluarga,” ujarnya.

Salah satu peserta, Ibu Rahma, mengaku sangat terbantu dan bersemangat untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh di rumah. “Kami berharap acara seperti ini sering diadakan. Ilmunya berguna sekali untuk keluarga, apalagi bahan-bahannya ada di sekitar kita,” tambah Sadaria, peserta lainnya yang juga merupakan ketua PKK setempat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Paddinging tidak hanya memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang perawatan luka ringan, tetapi juga keterampilan praktis dalam membuat sediaan herbal sederhana yang dapat digunakan secara mandiri di rumah. Desa Paddinging dapat menjadi contoh desa binaan yang mandiri dalam kesehatan, serta membuka peluang ekonomi baru melalui produksi sediaan herbal rumahan.

Kegiatan ini menegaskan komitmen dosen UMI dan LPkM UMI dalam mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan inovasi berbasis kearifan lokal.

Previous Pelatihan Teknik Pemilahan Kayu Berdasarkan Kualitas untuk Optimalisasi Penggunaan Kayu sebagai Material Konstruksi
Next Pemberdayaan Siswa SMPIT Al-Fikri Makassar melalui Edukasi Kosmetik Aman dan Implementasi Inovasi Produk Natural Body Care Berbasis Bahan Alam Lokal

About author

You might also like

Informasi Pengabdian Dosen

Kolaborasi DRTPM Dikti dan UMI Lakukan Pengabdian Pengolahan Limbah Sabut Kelapa di Herlang, Bulukumba

Source : https://lintasterkini.com/22/08/2023/kolaborasi-drtpm-dikti-dan-umi-lakukan-pengabdian-pengolahan-limbah-sabut-kelapa-di-herlang-bulukumba.html#google_vignette

Informasi

Pemberdayaan Komunitas Masjid Indonesia Nagoya (Mina) Melalui Pemanfaatan Panel Limbah Bulu Ayam Sebagai Insulasi Termal Ramah Lingkungan

Nagoya, Jepang—Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan limbah bulu ayam di Masjid Indonesia. Tim ini terdiri dari

Informasi

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI BERKAS CALON MAHASISWA/I BINAAN UMI TAHUN AJARAN 2018/2019

Berikut Daftar Nama calon Mahasiswa Binaan UMI yang dinyatakan Lolos Seleksi Berkas