Pengembangan Media Terapi Motorik Halus Anak Autis Berbasis Simulasi Proses Produksi Mini di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis Bunda Kota Makassar

Pengembangan Media Terapi Motorik Halus Anak Autis Berbasis Simulasi Proses Produksi Mini di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis Bunda Kota Makassar

PkM Dosen UMI Hadirkan Inovasi Media Terapi Motorik Halus untuk Anak Autis di SLB Bunda Makassar

Makassar, November 2025 – Tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan inklusif melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan bertema “Pengembangan Media Terapi Motorik Halus Anak Autis Berbasis Simulasi Proses Produksi Mini” di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis Bunda Kota Makassar. Program ini menjadi inovasi baru dalam dunia terapi edukatif bagi anak dengan spektrum autisme, yang selama ini masih bergantung pada metode konvensional.

Program yang diketuai oleh Ir. Arfandi Ahmad, S.T., M.T. dari Fakultas Teknologi Industri UMI, serta didampingi oleh Nurfathana Mazhud, S.Pd., M.Pd. dari Fakultas Sastra ini menghadirkan media terapi yang dirancang menyerupai proses kerja sederhana, seperti menyortir, meronce, merakit, hingga mengemas miniatur benda. Konsep tersebut mengadopsi prinsip sistem kerja teknik industri, tetapi dikemas secara aman, menarik, dan ramah bagi siswa autis.

“Kami ingin menghadirkan media terapi yang bukan hanya menarik, tapi juga benar-benar melatih koordinasi tangan, fokus, dan kemandirian anak. Pendekatan berbasis simulasi proses produksi mini ini terbukti lebih efektif dibandingkan terapi yang bersifat statis atau repetitif,” ujar Ir. Arfandi Ahmad.

Terapkan Model ‘Belajar Sambil Melakukan
Kegiatan berlangsung selama tiga bulan di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, dan melibatkan guru, orang tua, terapis, serta dua mahasiswa pendamping — Shaddam Zainal dan Indi Amelia. Program dirancang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga implementasi langsung di kelas, pendampingan terstruktur, serta evaluasi progres siswa.

Pada tahap pelatihan, lebih dari 80% peserta mampu mengoperasikan media terapi secara mandiri. Media kemudian digunakan dalam sesi pembelajaran dan terapi, di mana siswa terlibat dalam aktivitas yang menyerupai permainan namun tetap edukatif.

Hasilnya, sekitar 70% siswa mengalami peningkatan signifikan pada kemampuan motorik halus, terutama pada aktivitas meronce dan menyusun benda kecil. Para siswa terlihat lebih fokus, termotivasi, dan antusias mengikuti instruksi karena medianya menyerupai permainan sehari-hari.

“Anak-anak lebih tertarik karena mereka merasa sedang bermain, bukan sedang menjalani terapi. Guru dan orang tua kini punya panduan yang bisa digunakan di rumah, sehingga latihan tidak berhenti di sekolah,” ungkap Nurfathana Mazhud.

Dampak untuk Guru, Orang Tua, dan Sekolah
Tak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak, program ini juga meningkatkan kompetensi guru dan orang tua dalam mendampingi terapi. Tim PKM UMI menyerahkan satu paket media terapi lengkap—beserta modul dan panduan replikasi—kepada pihak sekolah sebagai bentuk keberlanjutan program. Guru kini dapat mengintegrasikan media ini dalam kegiatan pembelajaran rutin, sementara orang tua dapat menerapkannya di rumah tanpa memerlukan alat yang sulit diperoleh.

Kepala SLB Autis Bunda menyampaikan apresiasinya dan menilai program ini membawa perubahan positif.

“Media ini sangat bermanfaat. Anak-anak jauh lebih responsif, dan kami mendapatkan inspirasi baru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran,” ujarnya.

Selaras dengan MBKM dan IKU Universitas

Program ini sekaligus mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) karena melibatkan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan sosial-edukatif di luar kampus. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, seperti keterlibatan dosen dalam pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan karya dosen oleh mitra, serta pengalaman mahasiswa di lapangan.

Rencana Pengembangan ke Sekolah Inklusi Lain
Melihat keberhasilan program, tim UMI berencana memperluas penerapan media terapi ini ke sekolah inklusi dan SLB lainnya di Kota Makassar. Selain itu, tim juga tengah menyiapkan artikel ilmiah dan publikasi media untuk menyebarluaskan hasil program sebagai model praktik baik (best practice) pengembangan terapi motorik halus berbasis simulasi kerja.

Melalui program ini, UMI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata berbasis kolaborasi lintas disiplin ilmu—menggabungkan pendekatan teknik industri dan pendidikan inklusif—untuk membangun lingkungan belajar yang adaptif, ramah anak, dan inklusif bagi semua.

Previous PENDAMPINGAN PENGUATAN EKONOMI MUSTAHIK MELALUI PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF MENUJU KESEJAHTERAAN BERKELANJUTAN DI WAHDAH INSPIRASI ZAKAT (WIZ) KOTA MAKASSAR
Next Optimalisasi Pemanfaatan Bunga Telang Melalui Pembuatan Teh Herbal dan Gerakan Senam Jasmani Untuk Mewujudkan Kemandirian Remaja Sehat Dan Produktif

About author

You might also like

Berita

Tim Dosen UMI Terapkan Sistem IOT untuk Optimalkan Keamanan Listrik di SMK Negeri 6 Bulukumba

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) berhasil menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan keamanan dan efisiensi sistem kelistrikan di SMK Negeri 6 Bulukumba, Sulawesi

Berita

Dosen FKM UMI Melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat : Edukasi dan Pelatihan Terapi Komplementer Tuina Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Romangloe Kab. Gowa

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Romangloe Kabupaten Gowa pada hari Kamis 7 November 2024. Kegiatan ini dihadiri peserta sebanyak

Informasi Pengabdian Dosen

Tim PKM UMI Pasang Panel Surya untuk Dukung Layanan Administrasi Desa Borisallo

GOWA – Kebutuhan listrik yang stabil menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung kegiatan ekonomi, sosial, dan layanan publik, termasuk pada tingkat pemerintahan desa. Namun, pasokan listrik yang tidak selalu