Edukasi Dan Implementasi Teknologi Rantai Dingin Untuk Menjaga Mutu Ikan Segar Bagi Nelayan, di Kelurahan Talaka, Kecamatan Mar’ang, Kabupaten Pangkep
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia kembali melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unggulan Internal melalui Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UMI yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Andi Asni, MP. dan Anggota Dr. Ir. Ilmiah, M.Si.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Edukasi Dan Implementasi Teknologi Rantai Dingin Untuk Menjaga Mutu Ikan Segar Bagi Nelayan, di Kelurahan Talaka, Kecamatan Mar’ang, Kabupaten Pangkep” Ahad, 12 Oktober 2025.
Prof. Dr. Ir. Andi Asni, MP. yang merupakan Ketua PKM tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan Penyuluhan dan pelatihan mengenai teknologi Penanganan Hasil Perikanan Sistem Rantai Dingin. Sistem Rantai Dingin adalah Penerapan teknik pendinginan (<~0OC) secara terus menerus dan tidak terputus sejak penangkapan, pemanenan, penanganan, pengolahan, distribusi sampai konsumsi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kapasitas kelompok, kesadaran, serta memotivasi masyarakat khususnya anggota kelompok KUB Samudera Abadi.
Pemberdayaan kelompok KUB Samudera Abadi, di Kelurahan Talaka, Kecamatan Mar’ang, Kabupaten Pangkep, sangat tepat karena Kelurahan Talaka merupakan wilayah pesisir dan memiliki potensi hasil perikanan Tambak dan laut. Dengan melakukan penerapan teknologi penganan rantai dingin dengan tujuan untuk mempertahankan mutu dan kesegaran ikan agar tidak cepat membusuk sampai ke tangan konsumen paling terakhir. Keuntungan sistem rantai dingin adalah harga ikan lebih tinggi, nilai gizi ikan tidak menurun dan konsumen lebih menyukai sehingga pembeli lebih banyak. Dengan penerapan teknologi penangan rantai dingin disamping mutu kesegaran ikan dapat dipertahankan juga dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan, tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota tim Dr. Ir. Ilmiah, M.Si. menjelaskan Penanganan ikan yang tidak halal dan Thayyib misalnya penggunaan formalin. Penanganan ikan yang tidak halal dan thayyib (baik) dapat menimbulkan dampak serius, baik dari aspek syariat Islam maupun kesehatan. Penggunaan formalin adalah salah satu contoh nyata dari penanganan yang tidak benar, karena formalin dilarang keras untuk digunakan pada produk pangan. Formalin adalah zat kimia berbahaya yang dilarang penggunaannya pada makanan karena berdampak buruk bagi kesehatan manusia.
About author
You might also like
LPMD UMI Latih Tutor KF
UMI Makassar – Dalam upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan para tutor Keaksaraan fungsional (KF) sekaligus menyamakan persepsi dan pandangan serta metode yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran warga KF di
Pemanfaatan Limbah karung Plastik Bago Ibu- Ibu MT Nurtaqwa kelurahan Tamallayang Kec Bontononpo Kab Gowa
Gowa, 02 November 2025 – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah berhasil menggelar pelatihan pemberdayaan ekonomi berbasis pengolahan limbah plastik bagi ibu-ibu Majelis Taklim Nuruttaqwa di Kelurahan
Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melalui Skema Desa Binaan, telah menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan Tema “Peluang Pengembangan Teknologi Pengolahan Rumput Laut untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia Kreatif dan Inovatif dalam Kewirausahaan Masyarakat Desa Nisombalia”
Program ini menjadi bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi – UMI yang bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat dengan adanya pengetahuan baru terhadap cara pengolahan rumput

