PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ABON JANTUNG PISANG SEBAGAI ALTERNATIF USAHA DI DESA PUCAK, KECAMATAN TOMPOBULU, KABUPATEN MAROS

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ABON JANTUNG PISANG SEBAGAI ALTERNATIF USAHA DI DESA PUCAK, KECAMATAN TOMPOBULU, KABUPATEN MAROS

Maros, 3 Oktober 2025 – Inovasi kembali hadir dari Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Melalui kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Abon Jantung Pisang sebagai Alternatif Usaha”, warga desa, khususnya kelompok UKM di Dusun Pucak, tampak antusias mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM).

Kegiatan yang dilaksanakan pada 3 Oktober 2025 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Pucak, Bapak Abdul Razak, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa, terutama kaum ibu yang aktif dalam kegiatan UKM.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Prof. Dr. Ramlawati, SE., MM (Ketua), Dr. Juliyanty Sidik Tjan, SE., M.SA., Ak., CA (Anggota) dan Mahasiswa an. Anisah dan Aswirah.

Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada cara mengolah jantung pisang menjadi produk abon yang memiliki cita rasa gurih dan tekstur menyerupai abon daging sapi. “Kami tidak menyangka jantung pisang bisa diolah menjadi abon. Selama ini kami hanya memasaknya sebagai sayur,” ungkap Ibu Sanasi, salah satu peserta dengan wajah penuh semangat.

Suasana semakin hidup ketika peserta diajak praktik langsung membuat abon jantung pisang. Aroma harum dan tekstur abon yang renyah membuat banyak peserta kagum. “Rasanya gurih dan enak sekali, cocok dijadikan lauk,” ujar salah satu peserta lainnya sambil tersenyum puas.

Tidak hanya diajarkan cara mengolah bahan, para peserta juga mendapat materi tentang teknik pengemasan dan pelabelan produk agar memiliki daya tarik jual lebih tinggi. Tim pelaksana bahkan memberikan contoh desain kemasan yang menarik dan praktis untuk pemasaran.

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Ramlawati, SE., MM, menjelaskan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal yang selama ini kurang bernilai ekonomi.

“Harapan kami, masyarakat bisa mulai mengolah jantung pisang menjadi abon bernilai jual tinggi, sehingga dapat menjadi alternatif usaha di Desa Pucak,” ujarnya.

Dengan antusiasme tinggi dari warga dan dukungan penuh pemerintah desa, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana bisa membuka peluang besar untuk kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.

Previous Pendampingan PKK dalam Pembuatan Produk Ecoprint dari Daun Lokal sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan dan Sumber Penghasilan Tambahan
Next Sadar Jiwa, Sehat Raga: Intervensi Dini dengan Pelatihan Terapi Guided Imagery Bagi Wanita Usia Produktif

About author

You might also like

Berita

PkM Penguatan Edukasi Halal dalam Digitalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di MA Baytul Mukarromah

Dengan Digitalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris, Tim Dosen Pengabdi UMI Tingkatkan Pendidikan Beretika Guru dan Siswa MA Baytul Mukarromah, Bone. Pembelajaran bahasa Inggris dengan teknologi menjadi keniscayaan di era digital yang

Informasi

Pengabdian kepada Masyarakat oleh Tim Dosen Arsitektur UMI melalui Pemberdayaan Masyarakat terkait Hunian dan Sekolah di Kampung Bharu, Kuala Lumpur, Malaysia: Sebuah Inisiatif yang Menginspirasi

Makassar, LPkM UMI,  25/11/2024 – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim dosen Arsitektur dari Universitas Muslim Indonesia memberikan dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat Kampung Bharu, Kuala

Berita

Pengembangan usaha mikro dan kecil di Desa Salassae Kec. Bulukumpa Kab. Bulukumba

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat desa yang berperan sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjalankan usahanya untuk menopang kehidupan ekonomi keluarga dengan berbagai usaha berbasis potensi lokal,