PKM KELOMPOK MASYARAKAT PENGELOLA SAMPAH PESISIR ANORGANIK DAN ORGANIK DI KELURAHAN WATTANG SOREANG KECAMATAN SOREANG KOTA PAREPARE
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia setiap tahun melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Internal sebagai bagian dari komitmen LPkM UMI dalam memperkuat peran perguruan tinggi terhadap masyarakat melalui dosen. Salah satu Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang diketuai oleh Asmidar,S.Kel.,M.Si dan Ir.Muhammad Saenong,MP sebagai anggota dan melibatkan alumni program studi Ilmu Kelatautan atas nama Damis,S.Kel.,M.Si dan Mahasiswa yang bernama Muhammad Fadil. Dosen diharapkan senantiasa melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bukan hanya bertugas memberikan pengajaran kepada mahasiswa akan tetapi melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian. UMI melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat terus mendorong dosen untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang bersifat edukasi, inovasi dan pemberdayaan masyarakat, pendekatannya bukan hanya riset akan tetapi aksi nyata di lapangan.
Kegiatan pengabdian yang dilakukan Dosen FPIK UMI pada tanggal 4 September 2025 adalah memberikan pelatihan, pembimbingan kepada Kelompok Nelayan Anugrah sebagai mitra dalam mengelolah sampah organik dan anorganik yang ada di sekitar wilayah pesisir Soreang Kota Parepare.
Permasalahan sampah di wilayah pesisir tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat dan keberlanjutan aktivitas ekonomi berbasis kelautan. Ketidakmampuan sistem pengelolaan sampah formal maupun nonformal dalam menjangkau kawasan pesisir menyebabkan terjadinya akumulasi sampah di sepanjang garis pantai dan perairan laut. Fenomena ini terjadi di Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Minimnya kesadaran masyarakat, terbatasnya sarana prasarana, dan ketiadaan sistem pengelolaan berbasis komunitas menjadi faktor utama yang memperparah persoalan sampah di kawasan tersebut.
Menyikapi persoalan itu, Dosen dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) turun tangan mengedukasi masyarakat setempat khususnya kelompok nelayan tentang penanganan sampah melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Menurut Saenong, sampah baik dari rumah tangga maupun dari sumber lainnya seperti pasar tradisional sekarang ini menjadi masalah tersendiri baik d desa maupun di kota. Penimbunan sampah di TPA tidak menyelesaikan masalah hanya memindahkan masalah. Pengolahan sampah dengan teknologi yangg bisa diadopsi masyarakat luas terutama sampah organik sangat mutlak diperlukan. Hasil olahan diharapkan dpt menjadi produk yg bisa dimamfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman palawija, tanaman hias dan sebagainya. Dengan pengolahan sampah maka potensi tercemarnya lingkungan dapat dikurangi. Selamatkanlah lingkungan dari sampah demi kemaslahatan bersama ujarnya.
Asmidar mengatakan bahwa program ini terdiri dari pelatihan teknis, penyuluhan, serta pendampingan intensif bagi masyarakat. Fokus utama adalah mengembangkan keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair, serta mengubah sampah anorganik menjadi barang bernilai jual seperti kerajinan tangan dan bahan daur ulang. Dengan demikian sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah dapat ditransformasikan menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
“Kita datang di Soreang untuk mensosialisasikan tentang sampah organik dan anorganik di wilayah pesisir. Kita tahu bahwa sampah – sampah di wilayah ini banyak sekali terutama sampah anorganik yang tidak bisa terurai, jadi kami memberikan arahan, diskusi dengan kelompok nelayan agar mereka lebih peduli terhadap sampah dan bagaimana mengelola sampah di wilayah pesisir,” ujarnya,
Selain itu juga memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah – sampah ini juga bisa di daur ulang seperti keranjang yang terbuat dari bahan plastik,” sambung Asmidar.
Tim PKM juga mengedukasi masyarakat setempat bagaimana memanfaatkan sampah organik yang bisa terurai untuk dijadikan pupuk atau kompos, selain itu juga dijadikan sebagai pakan ternak.”Mudah mudahan melalui kegiatan ini masyarakat bisa lebih peduli tentang sampah, tidak membuang sampah sembarangan dan sampah organik bisa dimanfaatkan,” harap Asmidar.
Penyuluh Perikanan, Anugrah Tenrisa’na Rifai, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas edukasi dan bantuan alat mesin pencacah, tempat sampah organik dan anorganik serta alat komposter yang diberikan tim PKM UMI.
Sementara itu Ketua Kelompok Nelayan Anugrah, Colleng, berharap melalui kegiatan ini setidaknya para nelayan punya pengetahuan bagaimana mengurangi sampah dengan adanya penjelasan yang disampaikan Tim PKM UMI. “Bisa membedakan sampah organik dan anorganik serta cara pengelolaannya, artinya dimanfaatkan yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Melalui sosialisasi, pelatihan teknis, dan pendampingan yang diberikan Tim PKM, masyarakat diharapkan mampu memahami pentingnya pengelolaan sampah, terampil mengoperasikan mesin pencacah organik, serta terbiasa melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta dapat membuat pupuk kompos yang ramah lingkungan.
About author
You might also like
UMI dan UNHAS Latih Karang Taruna Pattappa, Hibahkan Alat Inovatif Potongdan Poles Batuan
Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pattappa, Kabupaten Barru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan Karang Taruna sekaligus mendukung masyarakat
KIE Pencegahan Anemia pada Remaja: 1 Tablet Tambah Darah (TTD) Tiap Minggu
Menurut data Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja putri (rematri) di Indonesia sebesar 32%.Penyebabnya karena remaja mengalami menstruasi dan masa pertumbuhan dan perekmbangannya, selain itu pola makan yang umumnya
Pengembangan Tepung Pisang dalam Pembuatan Cookies Sehat di Desa Pitusunggu, Kec. Ma’rang Kab. Pangkep
Pisang merupakan tanaman yang banyak di budidayakan oleh masyarakat terutama di pedesaan sehingga sangat potensial untuk dilakukan pengembangan pemanfaatan tepung pisang. Selama ini, pisang kepok banyak di olah dari pisang

