PKM Optimalisasi Pertumbuhan Bayi Melalui Teknik Menyusui dan Pija Bayi Sebagai Upaya Bebas Stunting bagi Komunitas Perempuan di Malaysia

Masalah stunting atau keterlambatan pertumbuhan pada bayi masih menjadi tantangan serius di Indonesia maupun Malaysia. Kekurangan gizi pada masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan sering berujung pada gagal tumbuh, memengaruhi perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kualitas hidup anak di masa depan.

Menanggapi hal tersebut, dosen-dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat bersama komunitas Fatayat NU Malaysia. Kegiatan yang didukung dan didanai oleh LPKM UMI melalui skema PKM Internasional ini membawa misi edukasi kesehatan ibu dan anak.

Dipimpin oleh Prof. Dr. Andi Asrina, SKM., M.Kes, serta didampingi Sitti Hadriyanti Hamang, S.ST., M.Keb dan Dr. Nur Ulmy Mahmud, SKM., M.Kes, program ini tidak hanya fokus pada pemahaman gizi, tetapi juga mengedukasi mengenai pentingnya ASI eksklusif, praktik menyusui yang tepat, serta membentuk wadah komunitas Kelab Ibu Cergas untuk mendukung pemberdayaan dan pendampingan ibu-ibu muda.

Dalam penyuluhannya, Prof. Andi Asrina menekankan bahwa ASI eksklusif merupakan hak bayi sekaligus fondasi pencegahan stunting. “Enam bulan pertama adalah masa emas bayi. ASI eksklusif dan gizi seimbang pada ibu hamil maupun menyusui adalah kunci utama mencegah gangguan pertumbuhan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sitti Hadriyanti Hamang menyoroti pentingnya literasi gizi bagi keluarga. “Ibu perlu memahami tidak hanya kandungan makanan, tetapi juga pola makan sehat yang bisa diterapkan sehari-hari. Pengetahuan sederhana ini akan langsung berdampak pada kesehatan anak,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Nur Ulmy Mahmud menambahkan dimensi kesehatan mental ibu. “Ibu yang stabil secara fisik, mental, dan emosional akan lebih siap memberikan ASI, merawat bayi dengan tenang, serta menjaga asupan gizi keluarga,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, dibentuk Kelab Ibu Cergas yang menjadi ruang berbagi pengalaman, diskusi kesehatan, dan dukungan emosional antaribu muda. Melalui komunitas ini, para ibu diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan di lingkungannya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari anggota Fatayat NU Malaysia. Para ibu antusias bertanya seputar cara memperbanyak produksi ASI, penyusunan menu bergizi, hingga strategi menjaga stamina di tengah rutinitas rumah tangga.

Dengan edukasi ini, tim pengabdian UMI berharap angka stunting dapat terus ditekan melalui pencegahan sejak dini, serta Kelab Ibu Cergas berkembang menjadi wadah berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

“Generasi yang sehat adalah investasi bangsa. Menjaga gizi ibu dan anak sama artinya menjaga masa depan,” tutup Prof. Andi Asrina.

Previous Optimalisasi Program Sipatu (Skrining Pertumbuhan Anak Terpadu) Dalam Deteksi Dini Masalah Pertumbuhan Siswa SDN 21 Sanggalea Kabupaten Maros
Next Dosen UMI Lakukan Pelatihan Produk Olahan Rendah Glikemik Berbasis Pisang Kepok Sebagai Snack Penderita Diabetes Melitus di Desa Borisallo Kabupaten Gowa

About author

You might also like

Informasi Pengabdian Dosen

Tingkatkan HardSkill Siswa, Dosen Ilmu Komunikasi UMI Bekali Pembuatan Conten Digital

Makassar- Dalam rangka meningkatkan keterampilan digital di kalangan siswa SMA Insan Cendekia Syech Yusuf kabupaten Gowa, dosen ilmu Komunikasi UMI, Izki Fikriani Amir, mengadakan pelatihan pembuatan konten digital yang diikuti

Informasi

Universitas Muslim Indonesia mendampingi UMKM Pentol.in Maros sebagai Mitra untuk Pengenalan Produk Mie-Diabet

Sebagai bagian dari komitmen Universitas Muslim Indonesia untuk Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM UMI) untuk meningkatkan kualitas hidup orang, saya bekerja sama dengan UMKM Pentol.in dalam program pengabdian masyarakat untuk