Dosen UMI Lakukan Pelatihan Produk Olahan Rendah Glikemik Berbasis Pisang Kepok Sebagai Snack Penderita Diabetes Melitus di Desa Borisallo Kabupaten Gowa

Pelatihan produk rendah glikemik yang di lakukan oleh Dosen FKM UMI dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang di danai oleh Kemendikti Saintek dan LPkM UMI Di Desa Borisallo Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Ada pun tujuan diversifikasi ini Adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader dan ibu pkk dalam mengelolah pisang sehingga banyak pisang hanya di buat dengan cara sederhana yaitu di rebus, di goreng dan
dikolak, tidak ada inovasi serta tidak ada branding dan kemasan yang menarik.

Pelatihan ini di ajarkan bagaimana memilih pisang yang baik untuk di jadikan olah kripik yang rendah gula dan mencampurkan dengan rasa jahe. Produk pisang di jadikan susu, mie serta pudding tanpa harus menggunakan gula. Tim pengabdi menjelaskan bahwa setiap kematangan pisang mengandung kadar gula yang berbeda-beda, sehingga dapat di buatkan produk yang rendah glikemik dan cocok di konsumsi oleh penderita Diabetes Melitus, ujar Ketua Tim Pengabdi yaitu Dr. Samsualam, S.Kep., M.Kep. Ns.

Adapun pelaksanaan pengabdian ini di lakukan pada tanggal 28 Agustus 2025 di Aula Kantor Desa bersama tim yang beranggotakan Hasriwiani Habo Abbas, SKM,m M.Kes., Ph.D dan Dr. Hasnaeni, S.Si., M.Sc., dan pengabdian ini di bantu oleh 4 Mahasiswa: Nurul Maulani Rajab, Evy Lutfiani, Nurul Aulia Iskandar dan Ichsan Assaqqi Zahra. Adapun pengabdian ini di ikuti oleh ibu kader posyandu dan ibu PKK. Mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para ibu kader posyandu melati dan ibu PKK karena kami baru tahu bahwa tingkat kematangan pisang mengandung kadar gula yang berbeda-beda dan ternyata pisang bisa di buat produk yang rendah gula dan dapat di konsumsi oleh penderita DM” ungkap bu Sairah sebagai Ketua Kader Posyandu Melati.

Kegiatan pengabdian dihadiri oleh Kepala Desa Borisallo yaitu Pak Sofyan, “Kegiatan ini sangat bagus karena di Desa Borisallo belum ada pelatihan pembuatan produk rendah gula berbasis pisang yang Masyarakat tau hanya di buat pisang goreng dan kolak serta di kukus di campur kelapa dan juga biasa di buat barongko, Cuma biasa yang dibuat ibu-ibu pkk terlalu manis sehingga tidak cocok untuk mereka yang ada penyakit gulanya” ungkap Pak Sofyan Kepala Desa Borisallo.

Diharapkan kegiatan pengabdian ini terus berlanjut baik di wilayah perkotaan dan pedesaan. Kami tim pengabdi Dosen Universitas Muslim Indonesia berterimakasi atas Dana hibah yang diberikan oleh Kemendikti Saintek. Dana di gunakan untuk melakukan pelatihan pembuatan produk yang rendah glikemik berbasis pisang local untuk pencegahan Diabetes Melitus di Desa Borisallo.

Previous PKM Optimalisasi Pertumbuhan Bayi Melalui Teknik Menyusui dan Pija Bayi Sebagai Upaya Bebas Stunting bagi Komunitas Perempuan di Malaysia
Next Implementasi Art-based Intervention Berbasis Seni Macrame Dalam Penguatan Kesehatan Mental Remaja Di BP KNPI Malaysia

About author

You might also like

Informasi Pengabdian Dosen

Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Lokal Menyelaraskan Kompetensi dengan Kebutuhan Industri Maju di Selangor Kuala Lumpur Malaysia

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat LPKM Universitas Muslim Indonesia UMI Makassar terus menunjukkan komitmen dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian internasional. Di Sri Bayu Apartement, Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia,

Informasi

Pemanfaatan Kacang Tanah untuk Produksi Selai Kacang Coklat Sehat Bergizi

Tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kolaborasi dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pelatihan pemanfaatkan hasil pangan desa binaan

Informasi

Pelatihan Bahasa Inggris Melalui ChatGpt Staf Kecamatan Manggala Dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Publik Berbasis Internasional

Dosen dari Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan di Universitas Muslim Indonesia, yang mengajar Sastra Inggris dan Sastra Indonesia, beserta dua mahasiswa dari program Sastra Inggris, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada