PKM Peningkatan Kemampuan Debat Bahasa Inggris Menggunakan British Parliamentary di MA. Wihdatul Ulum
Bontokassi, Gowa – Tim dosen dari beberapa perguruan tinggi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Madrasah Aliyah (MA) Wihdatul Ulum, Bontokassi, Sandro Bone, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan debat Bahasa Inggris siswa dengan menggunakan format British Parliamentary.
Peserta kegiatan ini adalah perwakilan dari siswa kelas X dan XI. Mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini, karena selain bisa memperdalam kemampuan Bahasa Inggris, mereka juga mendapatkan wawasan baru mengenai teknik debat yang baik dan benar. Para siswa juga berkesempatan untuk mempraktikkan format debat tersebut melalui simulasi debat yang menyerupai kompetisi resmi.
Tim pengusul PKM terdiri dari Awaluddin Syamsu, S.Pd.I., MA.TESOL, Muhammad Syahrul, S.Pd., M.Pd, dan Muhajir, SS., M.Pd., PhD . Mereka menyadari pentingnya keterampilan debat Bahasa Inggris, baik dalam konteks akademik maupun profesional, sehingga dengan menggunakan format British Parliamentary, diharapkan siswa mampu mengasah keterampilan berpikir kritis, argumentasi, dan komunikasi dalam Bahasa Inggris.
Awaluddin Syamsu, selaku ketua tim PKM, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan berbicara Bahasa Inggris, tetapi juga membantu siswa dalam membangun rasa percaya diri dan keterampilan berpikir analitis. “Kami berharap dengan pelatihan ini, para siswa MA Wihdatul Ulum dapat bersaing di ajang debat tingkat regional maupun nasional,” tuturnya.
Salah satu peserta dari kelas XI menyampaikan kegembiraannya atas pelatihan ini. “Kami sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena selain dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, kami juga belajar banyak tentang teknik debat yang sangat berguna. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di masa yang akan datang,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala MA Wihdatul Ulum, Ibu Arniah, S.E., S.Pd., mengapresiasi inisiatif tim PKM dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa yang akan datang. “Kami merasa bersyukur atas pelatihan ini karena membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami, terutama dalam aspek komunikasi dan kompetisi debat,” ujar Ibu Arniah.
Program PKM ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi antara akademisi dan sekolah-sekolah di daerah, sehingga dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi siswa-siswi MA Wihdatul Ulum.
Program pengabdian ini di danai oleh Lembaga Pengandian kepada Masyarakat UMI. Adapun sekamanya adalah pengabdian pada desana binaan. Untuk pengabdian ini, pengabdian dilakukan di sekolah salah satu desa binaan UMI.
About author
You might also like
Ketentuan Syari’at Islam terhadap Hari Sial untuk Menikah di kelurahan Bontomatene kecamatan Segeri kabupaten Pangkep
Dosen Fakultas Agama Islam UMI Makassar melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) “Ketentuan Syari’at Islam terhadap Hari Sial untuk Menikah” di kelurahan Bontomatene kecamatan Segeri kabupaten Pangkep. Dosen yang terlibat
Edukasi Inklusif Kesehatan Gigi : Pendekatan Quantum Learning Melalui My’dentde Project Bagi Anak Tuna Grahita
Tingginya angka karies gigi di Indonesia, termasuk pada anak berkebutuhan khusus, menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan gigi. Anak tuna grahita, sebagai kelompok istimewa, membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda agar
FIKOM UMI Tingkatkan Kompetensi Digital Siswa Malaysia Melalui Program Pelatihan
KUALA LUMPUR – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia (FIKOM-UMI) menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan digital tingkat internasional melalui program pelatihan yang diselenggarakan di Malaysia. Program ini dilaksanakan di Sekolah

